Oktober 16, 2026
IMG_20230526_133503_11zon

BaliDalamBerita.com – Masuknya 3 Desa Wisata di Bali yakni Desa Wisata Manistutu, Desa Wisata Serangan dan Desa Wisata Kenderan sebagai 75 Desa Wisata Terbaik, Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023, mendapatkan apresiasi dari IGN. Kesuma Kelakan, ST, M.Si.

Menurut Anggota Komisi VIII DPR RI tersebut, Desa Wisata yang mengusung Community Based Tourism (CBT), sejalan dengan ciri sosiocultural masyarakat Bali yang sangat kental dengan adat dan tradisinya. “Desa Wisata yang memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengelola, sekaligus mendapatkan hasil dari pengelolaan potensi wisata serta pilar lain seperti UMKM dan akomodasi, benar-benar adalah implementasi dari ekonomi kerakyatan dalam arti sesungguhnya”ungkapnya.

Dijelaskan oleh tokoh yang akrab disapa Alit Kelakan tersebut, pengembangan Desa Wisata secara tidak langsung akan mendorong banyak pilar seperti UMKM, homestay dan akomodasi wisata lain, lingkungan dan pelestarian alam serta pilar lain, yang sejalan dengan konsep luhur Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

Karena itu, pihaknya mendorong agar Desa Dinas maupun Desa Adat yang belum menjadi Desa Wisata, agar segera mengajukan diri menjadi Desa Wisata. Menurutnya, hal ini harus dimulai dari kesadaran, yang berlanjut pada perencanaan, strategi pembenahan dan ekplorasi setiap potensi Daya Tarik Pengunjung (DTP) yang ada di masing-masing Desa atau Desa Adat.

Khusus bagi Desa Adat, tentu keberadaan Desa Wisata adalah peluang untuk mendapatkan sumber penghasilan baru bagi Desa Adat melalui unit unit usaha yang dikelola BUPDA (Baga Utsaha Padruwen Desa Adat).

“Membangun Desa Wisata tidak hanya mengembangkan obyek wisatanya, tetapi ikut serta mendorong produk produk UMKM yang diproduksi masyarakat, ini dampak ikutan yang luar biasa. Selain itu, secara tidak langsung Desa Wisata akan mendorong semangat untuk pelestarian alam dan lingkungan, ini berdampak sangat baik dalam jangka panjang bagi Bali”urainya.

Ditegaskan Alit Kelakan, Desa dan Desa Adat yang belum menjadi tujuan kunjungan wisatawan saat ini, tidak perlu berkecil hati. Setiap Desa dan Desa Adat di Bali menurutnya, memiliki potensi yang luar biasa jika digarap dengan baik dan mau membuka diri bekerjasama dengan berbagai stakeholder.

“hal ini sudah dibuktikan misalnya di Desa Wisata Manistutu, pada awalnya Desa Manistutu seolah tidak berpotensi menjadi desa wisata, namun setelah digarap serius oleh masyarakat bersama Perbekel dan Bandesa Adat serta local hero, dibantu oleh stakeholder baik BUMN maupun lembaga pendidikan, akhirnya jadi dan masuk 75 Terbaik Nasional”jelasnya.

Di sisi lain, untuk mempercepat proses dan membantu Desa maupun Desa Adat yang berminat untuk membangun Desa Wisatanya, Alit Kelakan menyarankan agar berkunjung ke Desa Wisata yang sudah berhasil masuk peringkat di ADWI, sehingga bisa meniru pola dan strategi di masing-masing Desa Wisata tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *