Oktober 15, 2026
Gubernur Koster

DENPASAR – Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo), Jenderal TNI (Purn) Dr Moeldoko menyebut Gubernur Bali Wayan Koster sebagai pelopor dalam gerakan ekonomi hijau dan pemanfaatan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan dalam jamuan makan malam peserta Periklindo Electric Vehicle Conference (PEVC) 2025 di Gedung Kertha Sabha, Denpasar, Rabu (9/7).

Moeldoko menegaskan bahwa Gubernur Koster sudah mengampanyekan ekonomi hijau jauh sebelum isu ini menjadi pembahasan global. Salah satu wujud nyata adalah kebijakan menghentikan penggunaan batubara untuk pembangkit listrik di Bali.

“Saat dunia baru mulai bicara ekonomi hijau, Gubernur Koster sudah berbicara dan bertindak lebih dulu,” ujarnya.

Sebagai mantan Kepala Staf Kepresidenan RI, Moeldoko mengaku tidak meragukan komitmen Gubernur Koster dalam transformasi energi dan kendaraan listrik. Bahkan, saat Periklindo pertama kali menyampaikan rencana PEVC di Bali, Gubernur asal Desa Sembiran itu langsung memberi respons positif.

“Kalau bicara soal EV, Gubernur Koster adalah pelopor sesungguhnya,” tambahnya.

Moeldoko juga menyampaikan bahwa kendaraan listrik bukan sekadar inovasi teknologi, tetapi bagian penting dari upaya pelestarian lingkungan dan diplomasi ekonomi hijau.

“EV adalah tentang bagaimana kita menjaga bumi ini agar tetap bersih bagi generasi mendatang,” ucapnya.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Bali atas terselenggaranya jamuan makan malam di tempat penuh sejarah bagi masyarakat Bali.

Koster: Energi Bersih Adalah Jalan Menuju Bali Era Baru

Gubernur Bali Wayan Koster menyambut baik pelaksanaan PEVC 2025 di Bali. Ia menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Periklindo yang memilih Bali sebagai tuan rumah. Menurutnya, ini sejalan dengan kebijakan daerah yang saat ini gencar mendorong pemanfaatan kendaraan listrik berbasis baterai.

“Ini momentum penting untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia,” ujarnya.

Koster juga memperkenalkan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan yang tidak hanya menekankan aspek ekonomi, tetapi juga harmoni spiritual dan pelestarian alam.

“Inilah dasar dari komitmen kami menjaga lingkungan. Maka kami tetapkan kebijakan energi bersih dan kendaraan listrik,” jelasnya.

Ia memaparkan sejumlah kebijakan konkret, seperti:

  • Pergub Bali No. 45 Tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih
  • Perda No. 9 Tahun 2020 tentang Rencana Umum Energi Daerah (RUED) Bali 2020–2050
  • Pergub No. 48 Tahun 2019 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai

Menurut Koster, saat ini seluruh pejabat tinggi di Bali telah menggunakan kendaraan listrik, mulai dari Gubernur, Kapolda, Kajati, hingga pimpinan TNI. Pemprov juga tengah menyusun kebijakan Zona Ramah Lingkungan di wilayah Kuta, Sanur, Ubud, dan Nusa Penida untuk memperluas penggunaan EV dan energi terbarukan.

Undangan untuk Investor dan Kebijakan Ramah Lingkungan

Koster mengajak para investor untuk mendukung percepatan konversi energi dan transportasi di Bali, khususnya pembangunan kawasan industri kendaraan listrik di Jembrana dan pengembangan PLTS atap di wilayah-wilayah strategis.

Tak hanya sektor energi, Pemprov Bali juga menerapkan kebijakan ramah lingkungan di sektor pertanian dengan melarang penggunaan pupuk kimia dan pestisida. Saat ini, 70 persen sawah di Bali sudah menerapkan sistem pertanian organik.

Selain itu, kebijakan pelarangan plastik sekali pakai juga telah diberlakukan sebagai bentuk komitmen Bali terhadap pelestarian lingkungan.

“Kami siap bersinergi dan berkolaborasi untuk menjadikan Bali pionir energi bersih dan kendaraan listrik, demi mewujudkan Net Zero Emission tahun 2045,” tegas Koster.

Hadirkan Tokoh Internasional

Acara jamuan makan malam PEVC 2025 turut dihadiri tokoh penting seperti:

  • Duta Besar RI untuk Tiongkok, Drs. Djauhari Oratmangun
  • Duta Besar RRT untuk Indonesia, Wang Lutong
  • Bapak Kendaraan Listrik Asia, Prof. C.C. Chan
  • Ketua Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Tiongkok, Al Busyra Basnur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *