Oktober 16, 2026
sentra produksi arak Bali

Made Sujingga Petani Arak Tradisonal saat membuat arak (kiri), Perbekel Desa Labasari Nyoman Gede Gria menunjukkan Arak Api Merita (kanan) (Sumber foto: mediabali.id)

Balidalamberita.com, KARANGASEM – Arak Bali memegang peranan penting dalam kehidupan masyarakat Bali, baik dari sisi religius maupun sosial. Tradisi pembuatan arak ini masih lestari di sejumlah desa adat yang mewarisinya secara turun-temurun.

Beberapa desa adat di Bali dikenal sebagai sentra produksi arak Bali, dengan mayoritas penduduknya menggantungkan hidup dari industri tradisional ini. Berikut enam desa adat yang menonjol dalam produksi arak Bali:

1. Desa Tri Eka Buana

Masyarakat Desa Tri Eka Buana di Kecamatan Sidemen, Karangasem, menggantungkan hidup dari produksi arak Bali. Sebagian besar warga desa ini bekerja sebagai pembuat arak tradisional yang resep dan tekniknya diwariskan dari generasi ke generasi.

2. Desa Labasari

Berada di Kecamatan Abang, Karangasem, Desa Labasari juga menjadi pusat produksi arak Bali. Petani arak di desa ini melanjutkan tradisi leluhur secara turun-temurun dengan teknik pembuatan arak yang masih tradisional.

3. Desa Bongkasa

Desa Bongkasa di Kecamatan Abiansemal, Badung, memiliki sejumlah perajin arak Bali yang cukup dikenal. Meski produksinya tidak sebanyak di Karangasem, arak dari desa ini tetap populer di kalangan masyarakat lokal.

4. Desa Telagatawang

Desa Telagatawang di Kecamatan Tejakula, Buleleng, mempertahankan produksi arak tradisional. Para perajin lokal masih aktif memproduksi arak khas Bali dengan cara tradisional.

5. Desa Pakisan

Desa Pakisan, yang terletak di Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, juga dikenal sebagai produsen arak Bali. Perajin di sini biasanya menggunakan nira pohon aren sebagai bahan baku utama.

6. Desa Les dan Desa Bondalem

Terakhir, Desa Les dan Desa Bondalem di Kecamatan Tejakula, Buleleng, juga memiliki tradisi kuat dalam memproduksi arak Bali. Keduanya menggunakan nira pohon lontar sebagai bahan baku utama dalam pembuatan arak.

Dengan mempertahankan metode tradisional dan bahan alami, keenam desa adat ini berperan besar dalam melestarikan warisan budaya Bali melalui produksi arak Bali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *