Potret Desa adat Penglipuran (sumber foto: Instagram @ayodolan diedit dengan Picsart)
Balidalamberita.com, DENPASAR – Desa adat Penglipuran yang terletak di Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali tersebut merupakan salah satu desa adat terbersih di dunia yang dinobatkan oleh UNESCO.
Jika dilansir dari buku “Desa Swabudaya Penglipuran” yang diungkapkan oleh Nata Citta Desa Swabudaya, Desa ini termasuk golongan desa adat.
Karena di desa ini, terdapat berbagai kegiatan adat keagamaan yang biasanya berlangsung 6 bulan atau setahun sekali, contohnya: Upacara Ngusaba Paruman.
Upacara khusus tersebut dilakukan ketika hari baik dalam bersedekah atau purnama kapat tiba yang saat itu menjadi persembahan untuk Dewa Brahma serta Dewa Wisnu
Secara etimologis, nama dari Desa tersebut memiliki pengertian adalah pengeling ataupun eling sebagai pengingat, sedangkan kata pura berarti lokasi, benteng, dan serta tanah leluhur.
Kata penglipuran mempunyai makna, adalah: mengingat kepada tanah leluhur ataupun lokasi asalnya atau bahkan menyebutkannya dengan pelipur lara yang artinya menghibur saat terjadi duka.
Desa tersebut memiliki tata ruang yang unik atau Tri Mandala yang terdiri dari:
- Utama Mandala merupakan daerah suci yang khusus untuk dewa dan bagi peribadatan.
- Madya Mandala adalah tempat tinggal atau hunian untuk masyarakat desa Penglipuran.
- Nista Mandala merupakan pemakaman untuk masyarakat setempat.
Itulah tadi tata ruang yang unik atau Tri Mandala di Desa Adat Penglipuran, Bali.(*)
