Oktober 16, 2026
Sosok Timothy Anugerah Saputra (Foto: X.com/rzkdhl)

Balidalamberita.com, DENPASAR – Tragedi yang menimpa Timothy Anugerah Saputra (TAS), seorang mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Udayana (UNUD), pada Rabu, 15 Oktober 2025, menyedot perhatian publik secara luas.

TAS meninggal dunia usai melompat dari lantai gedung kampus. Peristiwa tragis ini tidak hanya memicu duka, tetapi juga menyoroti dua isu krusial kesehatan mental di kalangan mahasiswa dan dampak buruk perundungan (bullying) di lingkungan akademik.

TAS, mahasiswa asal Bandung, dilaporkan meninggal dunia setelah terjatuh dari lantai gedung FISIP UNUD di Kampus Sudirman, Denpasar, sekitar pukul 09.00 Wita. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong.

Pihak keluarga dan kampus memberikan keterangan terkait faktor-faktor yang mungkin mendasari tindakan tersebut.

Wakil Dekan III FISIP UNUD, I Made Anom Wiranata, menyatakan berdasarkan penuturan ibunda korban, TAS memiliki riwayat masalah kesehatan mental dan sempat menjalani penanganan psikologis dari konselor sejak SMP.

Namun, korban menolak melanjutkan terapi saat memasuki perguruan tinggi. Pihak kampus menegaskan bahwa TAS melakukan bunuh diri bukan disebabkan oleh perundungan.

Dugaan perundungan mencuat bukan sebagai penyebab langsung, melainkan terjadi setelah peristiwa bunuh diri.

Tangkapan layar percakapan dalam grup daring mahasiswa UNUD bocor ke media sosial, menunjukkan sejumlah mahasiswa melontarkan ejekan dan cemoohan yang dinilai tidak berempati dan tidak pantas terhadap korban.

Tragedi dan kebocoran percakapan grup daring memicu reaksi cepat dari pihak Universitas Udayana.

UNUD, melalui Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK), segera melakukan penyelidikan.

Hasil dari penyelidikan dan sidang disiplin organisasi kemahasiswaan (ormawa) menghasilkan sanksi tegas:

Sanksi untuk Pelaku Ejekan

Enam mahasiswa yang terbukti mengejek korban TAS di grup daring dijatuhi sanksi. Keenamnya resmi dipecat dari seluruh jabatan di organisasi mahasiswa (ormawa) UNUD.

Komitmen Kampus

UNUD menyatakan komitmennya untuk memperkuat program pendampingan dan layanan kesehatan mental mahasiswa melalui unit konseling di tingkat fakultas dan universitas.

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi turut menyampaikan belasungkawa dan menegaskan bahwa kampus harus menjadi ruang aman bagi setiap mahasiswa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *