Ilustrasi Penanggalan di Bali. Balidalamberita.com
Balidalamberita.com, DENPASAR – Wariga atau Pawukon adalah sistem penanggalan tradisional Bali yang telah digunakan selama berabad-abad. Sistem penanggalan ini memiliki 210 hari dalam satu siklus, yang terdiri dari 30 kombinasi wuku (minggu) dan pancawara (hari). Wariga digunakan dalam berbagai aspek kehidupan di Bali, termasuk dalam penentuan hari baik untuk melakukan ritual, upacara, dan kegiatan lainnya.
Saka dan Wariga
Saka adalah salah satu sistem penanggalan yang digunakan di Bali, yang berdasarkan pada kalender Saka India. Sistem penanggalan Saka digunakan bersama dengan Wariga untuk menentukan hari baik dan hari tidak baik untuk melakukan kegiatan tertentu.
Wuku: Siklus 30 Hari
Wuku adalah siklus 30 hari yang digunakan dalam sistem penanggalan Wariga. Setiap wuku memiliki nama yang unik, seperti Sinta, Landep, Ukir, dan lain-lain. Wuku digunakan untuk menentukan hari baik untuk melakukan kegiatan tertentu, seperti upacara pernikahan, ritual keagamaan, dan lain-lain.
- Sinta: Wuku pertama dalam siklus Wariga, yang dianggap sebagai hari baik untuk memulai kegiatan baru.
- Landep: Wuku yang dianggap sebagai hari baik untuk melakukan kegiatan yang berhubungan dengan pertanian dan kekayaan.
- Ukir: Wuku yang dianggap sebagai hari baik untuk melakukan kegiatan yang berhubungan dengan kreativitas dan seni.
Pancawara: Siklus 5 Hari
Pancawara adalah siklus 5 hari yang digunakan dalam sistem penanggalan Wariga. Setiap hari dalam siklus pancawara memiliki nama yang unik, seperti Paing, Pon, Wage, Kliwon, dan Umanis. Pancawara digunakan untuk menentukan hari baik untuk melakukan kegiatan tertentu, seperti memulai usaha baru, melakukan perjalanan, dan lain-lain.
Kombinasi Wuku dan Pancawara
Dalam sistem penanggalan Wariga, setiap hari memiliki nama yang unik berdasarkan kombinasi wuku dan pancawara. Misalnya, “Sinta Paing” atau “Landep Kliwon”. Kombinasi wuku dan pancawara digunakan untuk menentukan hari baik untuk melakukan kegiatan tertentu, serta untuk memprediksi kejadian yang akan datang.
Makna dan Kegunaan Wariga
Wariga memiliki makna yang dalam dan kegunaan yang luas dalam kehidupan masyarakat Bali. Sistem penanggalan ini digunakan untuk menentukan hari baik untuk melakukan kegiatan tertentu, serta untuk memprediksi kejadian yang akan datang. Wariga juga digunakan dalam upacara keagamaan dan ritual untuk memohon berkat dan perlindungan dari Tuhan.
