Oktober 15, 2026
UMKM Bangkit

I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan menegaskan UMKM sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi dalam kegiatan UMK Academy 2025 di Denpasar.

Balidalamberita.com, DENPASAR – Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus kembali menggelar Pelatihan UMK Academy 2025. Setelah sukses dilaksanakan di Surabaya, kini Bali menjadi titik pelatihan berikutnya. Acara yang berlangsung di Kantor Sales Area Retail Bali ini diikuti oleh 36 peserta secara luring dan 80 peserta secara daring, Sabtu, 23 Agustus 2025.

UMK Academy hadir sebagai wadah pembelajaran bagi UMKM binaan Pertamina dengan sistem terukur, terstruktur, dan berbasis kurikulum yang telah teruji. Para peserta mendapatkan bimbingan langsung dari pemateri berpengalaman di bidangnya.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bentuk komitmen Pertamina untuk mendampingi UMKM agar naik kelas dan memiliki daya saing.

“Pertamina UMK Academy merupakan satu-satunya program pembinaan UMKM di Indonesia yang terintegrasi dengan kurikulum resmi. Harapannya, para mitra binaan Pertamina dapat berkembang menjadi bisnis yang mandiri dan berdaya saing,” ujar Ahad.

Sementara itu, Sales Area Manager Retail Bali, Endo Eko Satryo, menekankan bahwa Bali bukan hanya destinasi wisata kelas dunia, tetapi juga rumah bagi UMKM yang kreatif dan berdaya saing tinggi.

“Produk UMKM Bali berakar pada kearifan lokal, diakui secara global, penuh kreativitas, dan mendapat dukungan kuat dari sektor pariwisata. Kehadiran jutaan wisatawan menjadi pasar potensial sekaligus promosi alami bagi produk-produk UMKM Bali,” jelas Endo.

Hingga saat ini, Pertamina telah membina 355 mitra UMKM di Bali, terdiri atas 275 mitra dari Rumah BUMN Pertamina dan 80 mitra binaan langsung Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus.

Dalam pelatihan kali ini, peserta mendapatkan materi tentang Business Model Canvas (BMC), riset dan analisis pasar, serta strategi ekspor. Pertamina berharap melalui pelatihan terstruktur dan konsisten, UMKM dapat terus berkembang dan naik kelas.

Hadir pula Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan, yang menegaskan pentingnya peran UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional.

“UMKM adalah lokomotif pertumbuhan ekonomi. Jika UMKM kuat, industri padat karya berkembang, tenaga kerja mendapat pendapatan, daya beli masyarakat meningkat, dan ekonomi tumbuh lebih sehat,” ujar Alit Kelakan.

Ia menambahkan bahwa dukungan BUMN, termasuk Pertamina, sangat penting untuk memperkuat UMKM agar mampu menopang perekonomian nasional di tengah tantangan global. Menurutnya, UMKM bersama industri manufaktur padat karya tidak hanya membuka lapangan kerja, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *