
Balidalamberita.com, GIANYAR – Tradisi Meprani adalah tradisi adat Bali yang menjadi perwujudan rasa syukur kepada Sang Hyang Widhi, selain itu dalam mempererat tali persaudaraan untuk pengempon pura.
Tradisi Meprani merupakan salah satu tradisi yang senantiasa dilestarikan hingga sekarang ini.
Tradisi Meprani
Pada pelaksanaan, sesajen yang digunakan konon katanya sedikit berbeda dari daerah lainnya.
Ada yang menyerupai gebogan dan banten dengan penambahan lalapan serta lauk pauk, namun ada juga yang hanya menggunakan nasi dan bahkan lauk saja.
Adanya Banjar Tegalkualon yang kerap berlangsung ketika piodalan dan bertepatan dengan Pagerwesi.
Pengempon Pura membawa Prani berupa nasi dan lauk, beserta berbagai makanan lainnya yang ada di pura.
Selanjutnya setelah berlangsung Prani kemudian dihaturkan terhadap pura dengan pengempon pura nunas Prani yang sudah dihaturkan serta duduk di halaman pura dengan beberapa anggota keluarga lain.
Sementara itu, wisatawan juga bisa makan atau bahkan mengobrol bersama-sama dengan anggota keluarga lain sembari duduk di sana.
Selain itu, mereka akan diajak untuk bertukar makanan dan bahkan menikmati makanan tersebut pada Tradisi Meprani di Bali yang menarik ini.
