
Balidalamberita.com, GIANYAR – Lima banjar yang berada di Desa Adat Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, mengadakan tradisi peed yang memanfaatkan kemben merupakan alas banten.
Hadirnya kemben atau sokasi berbahan fiber tersebut dianggap sebagai terobosan baru pada penyelenggaraan tradisi keagamaan yang ada di Bali karena memiliki nilai estetika, praktisi serta ringan dibawa, dan mempunyai makna yadnya yang dianggap tulus atau ikhlas.
Pemanfaatannya dihias menggunakan aneka buah-buahan, bunga, dan serangkaian janur yang menjulang tinggi.
Memiliki Perbedaan dengan Peed Lainnya
Berbeda dengan peed yang pada umumnya memakai dulang sebagai media banten, peed yang menggunakan kemben tidak harus menjulang tinggi.
Biasanya, banten peed yang menggunakan dulang dapat mencapai ketinggian lebih dari satu meter serta perlu banyak buah-buah dan bahkan jajanan.
Sementara itu, peed yang menggunakan kemben hanya memerlukan berbagai buah dan jajanan saja, tetapi ada banyak unsur bunga yang merupakan hiasan utama.
Alhasil, tampilan dari banten ini terkenal lebih indah dan anggun. Tinggi banten peed menggunakan kemben berkisar rata-rata hanya 50 sentimeter yang memiliki dominasi hiasan dari janur yang ada di atasnya.
Pelaksanaan Tradisi Peed
Penerapan peed menggunakan kemben tersebut mulai diperlihatkan ketika penyelenggaraan piodalan yang berlangsung di Pura Kahyangan Jagat Goa Gajah, Desa Adat Bedulu, pada Jumat lalu.
Ratusan krama istri yang berasal dari Banjar Tengah dan Banjar Lebah terlihat beriringan berjalan kaki dari balai banjar kemudian masing-masing ke arah Pura Goa Gajah yang memiliki jarak tempuh sekitar 1 kilometer.
Pada iring-iringan ini, para krama istri memperlihatkan kondisi yang tertib serta khusyuk menyunggi banten mengenakan kostum adat yang terlihat rapi dengan pengawalan dari pecalang dan pengayah desa adat.
Tradisi peed dengan penggunaan kemben diharapkan bisa sebagai inspirasi untuk banjar-banjar lainnya yang ada di Bali, terutama untuk menciptakan yadnya yang sederhana tetapi tetap sarat makna terhadap nilai-nilai spiritual dan estetika budaya adat Bali.
