Oktober 15, 2026
ilustrasi antrian kendaraan di SPBU. balidalamberita/istimewa

ilustrasi antrian kendaraan di SPBU. balidalamberita/istimewa

Pertamina: Ada Kendala Cuaca, Sudah Kami Mitigasi

Balidalamberita.com, DENPASAR–Konsumen di Bali khususnya wilayah Bali sudah lebih dari seminggu kesusahan membeli bahan bakar non subsidi jenis Pertamax dan Pertamax Turbo.

Berdasarkan pantauan Balidalamberita, bahan bakar non subsidi ini susah diperoleh sejak Kamis pekan lalu. Padahal, masyarakat umum didorong membeli bahan bakar non subsidi untuk membantu mengurangi konsumsi minyak subsidi yang membebani keuangan negara. Hanya saja, di SPBU di daerah jalan Buluh Indah, Mahendradatta, Imam Bonjol, hingga Gatsu Timur kehabisan stok sudah sejak seminggu. Hal yang sama juga terjadi di SPBU di By Pass Nusa Dua, Kabupaten Badung. Beberapa petugas SPBU yang dikonfirmasi memberikan jawaban serupa. Menurut mereka, pasokan dari depo Pertamina yang tidak ada.

“Sebenarnya sudah order tapi tidak tahu sejak Jumat lalu belum ada juga,” ungkap salah seorang petugas di salah satu SPBU yang tidak berkenan disebutkan namanya, Kamis, 13 November 2025.

Akibat tidak adanya pasokan ini, pemilik kendaraan pengguna Pertamax terpaksa membeli BBM jenis subsidi Pertalite. Hal ini dikarenakan BBM non subsidi jenis lainnya seperti Pertamax Turbo juga kosong. Beberapa hari terakhir, masyarakat Pulau Bali di beberapa titik mengeluhkan kesulitan memperoleh BBM, khususnya jenis Pertamax, diantaranya Jimbaran dan Badung. Area Manager Communication, Relations & CSRPertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) Ahad Rahedi mengakui sudah mendengar adanya keluhan di beberapa titik.

Menurutnya, kendala utama distribusi saat ini disebabkan kendala cuaca dari kapal pengangkut BBM ke supply point Jimbaran dan Badung di Terminal BBM Sanggaran. Sebagai mitigasi, saat ini Pertamina Patra Niaga melaksanakan alih suplai ke Terminal BBM Manggis. “Dengan adanya alternatif ini semoga keadaan semakin membaik menuju distribusi normal,” terang Ahad.

Ahad menyampaikan, kapal pengangkut BBM akan sandar estimasi Kamis (13/11) untuk Terminal BBM Sanggaran dengan muatan 2000 KL Pertamax, dan estimasi Jumat (14/11) akan sandar untuk Terminal BBM Manggis dengan muatan 9000 KL Pertamax.

“Paralel menunggu stok kapal, akan disalurkan 200 KL Pertamax (100 KL dari Terminal BBM Sanggaran dan 100 KL alih suplai dari Terminal BBM Manggis). Selain itu, di sisi teknis lapangan, Terminal BBM beroperasi 24 jam untuk menjamin pasokan di Pulau Bali dan sekitarnya aman,” tutup Ahad.

Pihaknya menegaskan Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus komitmen kelancaran distribusi energi ke seluruh pelosok negeri. Segala upaya proaktif dan mitigasi dilaksanakan agar kebutuhan energi masyarakat terpenuhi. Hal ini salah satunya terlihat dari mitigasi kendala distribusi di Bali. Pertamina Patra Niaga laksanakan alih suplai dari Terminal BBM terdekat dan pastikan suplai BBM ke SPBU dengan prioritas pengiriman dalam rangka mewujudkan kelancaran distribusi BBM di Pulau Dewata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *