
Balidalamberita.com, KARANGASEM – Pura Lempuyang Bali merupakan salah satu pura tertua yang ada di Bali, Lempuyang yang berlokasi di puncak Bukit Bisbis, Karangasem, Bali.
Pura tersebut menyimpan sejarah panjang dengan mitologi atau nilai spiritual. Pura ini diyakini sudah ada sejak masa pra-Hindu.
Walaupun tanggal pastinya tidak diketahui, keberadaan pura tersebut berhubungan erat dengan legenda dan mitologi Bali dari zaman kuno.
Sejarah Pura Lempuyang Bali
Menurut lontar kuno Kutara Kanda Dewa Purana Bangsul, menyebutkan jika sejarah pura tersebut berawal dari legenda sari para dewa yang memindahkan puncak Gunung Mahameru dari India menuju ke Pulau Jawa.
Pecahan gunung ini selanjutnya membentuk beragam pegunungan di Jawa dan beberapa kawasan di Bali, seperti Gunung Lempuyang.
Dalam menjaga keseimbangan spiritual yang ada di Bali, Batara Hyang Pasupati mengutus tiga putra-putrinya dalam berstana yang berlangsung di beberapa gunung.
Salah satunya adalah Batara Hyang Gni Jaya (atau Dewa Iswara), kemudian ditempatkan di Gunung Lempuyang, sehingga membuatnya menjadi penjaga arah timur.
Konsep tersebut selaras dengan filosofi Dewata Nawa Sanga, yang memberikan pengaturan arah mata angin di Pulau Dewata.
Sehingga, Pura Lempuyang Bali bukan hanya memiliki fungsi sebagai tempat ibadah, namun juga sebagai salah satu dari 9 pura arah (Sad Kahyangan Jagat) yang menjaga Bali dari serangan energi negatif.
Perjalanan ke arah puncak gunung agar bisa mencapai pura ini pun dianggap menjadi pengalaman spiritual yang sakral dan penuh dengan makna.
Agar bisa mencapai pura tersebut, wisatawan dan umat Hindu Bali yang ingin melakukan persembahyangan wajib menapaki jalur utama meliputi tangga berundak, yang berjumlah hingga sekitar 1.700 anak tangga.
