Ilustrasi di Desa Adat Negari (sumber foto: Pixabay/Christopher Jayanata)
Balidalamberita.com, KLUNGKUNG – Terletak di pesisir tenggara Bali, Desa Adat Negari dikenal sebagai salah satu desa adat yang tidak hanya memiliki panorama alam indah, tetapi juga menjunjung tinggi kelestarian budaya dan adat istiadat warisan leluhur.
Selain dikelilingi area persawahan yang subur, desa ini juga memiliki kawasan pesisir pantai yang memesona. Penduduk setempat menjalankan kehidupan spiritual dan sosial dalam harmoni, menjaga tatanan adat yang telah diwariskan turun-temurun.
Asal Usul Nama dan Sejarah Desa
Nama “Negari” dipercaya memiliki kesamaan makna dengan kata “Negarin,” yaitu utusan dari Singapadu (Gianyar) yang dahulu memiliki tugas menjaga dan membentengi wilayah Kabupaten Gianyar. Seiring berjalannya waktu, sekelompok utusan tersebut bermukim dan membentuk komunitas adat di kawasan yang kini dikenal sebagai Desa Adat Negari.
Menurut Babad Bendesa, desa ini telah berdiri sejak tahun Saka 1541 atau 1619 Masehi. Sekitar 220 tahun lalu, tercatat ada 60 keluarga yang mengajukan permohonan kepada Raja Klungkung untuk membuka pemukiman baru. Permohonan tersebut dikabulkan, dan perkampungan pun dibangun di sebuah kawasan hutan di sebelah selatan Tegal Besar, tepatnya di timur Sarimertha, yang kini menjadi pusat Desa Adat Negari.
Kondisi Geografis dan Struktur Wilayah
Secara geografis, Desa Adat Negari memiliki luas wilayah sekitar 216 hektar. Wilayah ini terbagi dalam:
- 2 banjar adat utama:
- Banjar Adat Tegal Besar
- Banjar Adat Negari
- 3 banjar administratif:
- Banjar Dinas Tegal Besar
- Banjar Dinas Negari
- Banjar Dinas Sarimertha
Desa ini berada di Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, hanya sekitar 7 kilometer dari pusat Kota Semarapura, sehingga mudah diakses bagi wisatawan maupun peneliti budaya.
Pelestarian Tradisi dan Peran Pura
Desa Adat Negari juga menjadi tempat bersemayamnya tiga pura utama yang berada dalam satu kompleks, yakni:
- Pura Bale Agung
- Pura Puseh
- Pura Segara
Ketiga pura ini memiliki fungsi spiritual yang berbeda, namun bersama-sama menjadi pusat kegiatan keagamaan dan pelestarian tradisi lokal. Upacara dan kegiatan adat yang dilangsungkan di pura ini menjadi cerminan kekuatan spiritual dan identitas budaya masyarakat Desa Adat Negari
