Oktober 15, 2026
Pasamsaman

Ilustrasi Ritual Pasamsaman di Desa Pakraman Kubu (sumber foto: balipost.com)

Balidalamberita.com, BANGLI – Ritual Pasamsaman menjadi salah satu tradisi Hindu Bali yang sangat unik yang diselenggarakan di Desa Pakraman Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, Bali. Pasalnya tradisi yang satu ini tidak dimiliki dan mungkin tidak ditemukan di desa adat lainnya. Ritual ini harus dilakukan warga desa yang sudah bercerai untuk menyucikan diri baik lahir maupun batin.

Makna Pasamsaman

Ritual ini bukan hanya dilakukan dalam menjaga suatu kesucian pura, namun juga untuk keselarasan dan keharmonisan hidup bagi warga desa. Untuk upacara tersebut biasanya berlangsung di area luar pura, misalnya: jaba Pura Puseh Bale Agung, karena masyarakat yang sudah bercerai dianggap tidak layak berada di kawasan suci. Kedua belah pihak wajib mengikuti tradisi Pasamsaman, meliputi pasangan yang berasal dari luar desa yang memiliki ikatan pernikahan bersama dengan masyarakat asli Kubu.

Ritual tersebut misalnya: prosesi malukat atau pembersihan diri dengan menggunakan air suci, persembahan banten, sampai pematahan uang kepeng yang menjadi simbol pemutusan hubungan yang secara niskala. Menariknya lagi, pada tradisi tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh adat sekitar 40 orang, meliputi prajuru desa, pemangku desa, dan hingga kelompok adat. Tokoh adat tersebut akan memberikan suatu wejangan atau petuah terhadap pasangan yang sudah bercerai, dengan menggunakan metode mediasi sebelum proses perceraian berlangsung atau diadakan di pengadilan.

Pelaksanaan Pasamsaman

Sesuai dengan Hari Baik Pelaksanaan Pasamsaman tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Hari baik dalam melakukan ritual tersebut biasanya berdasarkan Jro Mangku Puseh, melalui suatu pertimbangan agenda ritual yang diadakan di pura. Warga Kubu memandang tradisi penting ini sebagai suatu pengingat akan pentingnya menjaga suatu keutuhan dalam suatu rumah tangga atau hubungan antara suami dan istri.

Tradisi ini mencerminkan betapa seriusnya warga desa tersebut dalam mempertahankan suatu keharmonisan adat istiadat dan nilai-nilai keagamaan. Melalui segala keunikan yang ada, Pasamsaman dikenal sebagai warisan budaya yang bukan hanya jadi ciri khas, namun memiliki banyak makna.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *