Oktober 15, 2026
Puri Agung Ubud (Foto: Instagram/@jaelichristina)

Balidalamberita.com, GIANYAR – Terletak tepat di jantung kawasan Ubud yang spiritual dan artistik, Puri Agung Ubud atau yang juga dikenal sebagai Puri Saren Agung adalah permata sejarah yang tak terpisahkan dari denyut nadi budaya Bali.

Lebih dari sekadar destinasi wisata, puri ini adalah kediaman resmi keluarga bangsawan Ubud dan menjadi simbol kejayaan arsitektur serta pelestarian seni tradisional Pulau Dewata.

Puri Agung Ubud didirikan pada masa pemerintahan Ida Tjokorda Putu Kandel sekitar tahun 1800-an. Namun, namanya semakin dikenal sebagai pusat pemerintahan dan kebudayaan pada era pemerintahan Tjokorda Putu Sukawati.

Puri ini adalah pengingat hidup akan sistem kerajaan yang pernah berkuasa di Ubud, yang berhasil menyeimbangkan tradisi dan modernitas.

Berkat peran aktif keluarga puri dalam mendukung seniman lokal, Ubud kemudian berkembang menjadi pusat seni dan budaya Bali yang tersohor di mata dunia, posisi yang tetap dipegang teguh hingga kini.

Daya tarik utama Puri Agung Ubud terletak pada arsitekturnya yang memukau, yang sepenuhnya mengadopsi Arsitektur Tradisional Bali (ATB).

Hampir setiap dinding dan gerbang puri dihiasi dengan ukiran batu yang rumit dan relief berwarna emas. Ukiran ini tidak hanya berfungsi sebagai dekorasi, tetapi juga menceritakan kisah-kisah mitologi Hindu, mencerminkan nilai spiritual yang mendalam.

Pintu gerbang utama puri, yang dikenal sebagai Kori Agung, berdiri megah dengan ukiran khas Bali. Meskipun sebagian besar area dalam puri (tempat tinggal bangsawan) bersifat privat, area luar dan beberapa halaman dapat diakses oleh pengunjung.

Seperti bangunan suci dan puri pada umumnya di Bali, Puri Saren Agung dirancang berdasarkan konsep tata ruang Hindu, yang membagi kompleks menjadi beberapa bagian dengan makna dan fungsi berbeda, mulai dari area publik hingga area yang sangat sakral.

Puri Agung Ubud tidak hanya diam sebagai museum sejarah; ia adalah panggung hidup bagi kesenian Bali.
Setiap malam, halaman depan puri berubah menjadi arena pertunjukan tari tradisional yang memukau.

Kesenian ini dilestarikan dan ditampilkan langsung oleh masyarakat dan sanggar tari lokal, seringkali melibatkan anggota keluarga kerajaan dalam pelaksanaannya.

Puri Agung Ubud adalah destinasi yang ramah pengunjung, terletak di lokasi yang sangat strategis, berhadapan langsung dengan Pasar Seni Ubud.

  • Tiket Masuk

Secara umum, memasuki area luar puri (halaman dan arsitektur) adalah Gratis. Tiket hanya diperlukan jika Anda ingin menyaksikan pertunjukan tari yang diadakan pada malam hari.

  • Jam Buka

Area puri dibuka untuk kunjungan wisata dari pagi hingga sore hari. Pertunjukan tari diadakan pada malam hari.

  • Etika Berbusana

Sebagai bangunan yang masih digunakan untuk kegiatan adat dan keagamaan, pengunjung disarankan untuk mengenakan pakaian yang sopan (menutup bahu dan lutut) sebagai bentuk penghormatan.

Mengunjungi Puri Agung Ubud bukan hanya tentang melihat bangunan tua. Ini adalah kesempatan untuk menyelami sejarah, menyaksikan keindahan arsitektur yang terjaga, dan merasakan denyut nadi budaya Bali yang otentik, di tengah kawasan Ubud yang spiritual.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *