Oktober 15, 2026
IMG-20250127-WA0025

Bangli, Bali – Pura Beji Pingit Tamansari di Desa Guliang Kawan, Bangli, akhirnya dapat direnovasi, berkat bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank Mandiri.

Menurut keterangan Sang Nyoman Periya, Bandesa Adat Guliang yang ditemui balidalamberita.com, Pura Beji Pingit Tamansari memiliki sejarah yang unik.

Awalnya, tempat ini hanyalah sumber air minum bagi masyarakat setempat sebelum air PDAM masuk melayani krama banjar tersebut.Namun kemudian, muncul mata air yang dipercaya memiliki khasiat untuk menyembuhkan sakit mata merah.

Proses penyembuhan cukup diawali dengan menghaturkan canang dan nunas air kebutan kemudian diusapkan pada wajah dan penyakit mata merah dipercaya bisa sembuh.

Diceritakan Jero Bandesa Adat, seorang tokoh masyarakat, I Nengah Wirsa, selanjutnya menerima pawisik (petunjuk) dari niskala untuk menjaga dan merawat tempat tersebut.

Dijelaskan Sang Nyoman, bantuan biaya renovasi didukung oleh Program TJSL Bank Mandiri yang difasilitasi oleh Anggota Komisi VI DPR-RI Fraksi PDI Perjuangan, I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan ST.,M.Si atau yang akrab disapa Alit Kelakan.

Bantuan Bank Mandiri tersebut, merupakan komitmen Bank Mandiri terhadap upaya pelestarian budaya, adat dan tradisi Bali.

Pembangunan ini tidak hanya memperindah pura, tetapi juga memperkuat kegiatan keagamaan dan mempererat ikatan masyarakat.

Bantuan dana TJSL diserahkan kepada Kelian Adat yang juga selaku ketua pembangunan Pura Beji Pingit Tamansari, I Wayan Lenyeh, pada Jumat, (24/01).

Krama Adat Guliang Kawan mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan “Kami menghaturkan terima kasih kepada Bank Mandiri dan Bapak Kesuma Kelakan, yang telah membantu kami membangun kembali Pura Beji Pingit Tamansari,” imbuh Jero Bandesa.

Bantuan dana TJSL yang diberikan, dimanfaatkan untuk pelebaran area pura dan merenovasi pelinggih-pelinggih yang sudah lama usang.

Dengan pembangunan Pura Beji Pingit Tamansari, diharapkan kegiatan keagamaan dan kebudayaan masyarakat Bali dapat terus dilestarikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *