Oktober 15, 2026
Snapinsta.app_358387100_1411749692702470_1557158322682956745_n_1080

Desa Wisata Penglipuran
Nama Desa Penglipuran mungkin sudah sering Anda dengar jika berbicara tentang Bali. Penglipuran adalah salah satu desa adat dari Kabupaten Bangli, Provinsi Bali, Indonesia. Desa ini terkenal sebagai salah satu destinasi wisata di Bali karena masyarakatnya yang masih menjalankan dan melestarikan budaya tradisional Bali dalam kehidupan mereka sehari-hari. Desa ini termasuk salah satu desa terbersih di dunia sehingga sering dijadikan jujukan wisata oleh para pelancong lokal maupun mancanegara.

Sejarah Desa Wisata Penglipuran
Penelitian menunjukkan bahwa Desa Adat Penglipuran ada sejak zaman Kerajaan Bangli pada sekitar 700 tahun yang lalu. Mengutip Feliksdinata Pangasih dan Ayu Asvitasari dalam ojs.uajy.ac.id, nama Penglipuran berasal dari kata pengeling dan pura. Pengeling artinya pengingat, berangkat dari kata dasar eling atau ingat, sedangkan pura adalah tempat atau tanah leluhur.
Para sesepuh atau penglingsir menyatakan bahwa para leluhur atau pendahulu Desa Penglipuran berasal dari Desa Bayung Gede, Kintamani. Mereka kerap melakukan perjalanan jauh dan beristirahat di daerah bernama Kubu. Jarak kedua lokasi itu sendiri terbilang cukup jauh untuk ukuran zaman dulu, 25 kilometer. Karena itulah dulunya Desa Penglipuran dikenal sebagai Desa Kubu Bayung (orang Bayung yang tinggal di wilayah Kubu).

Orang Bayung yang tinggal di wilayah Kubu semakin banyak dan akhirnya mereka membentuk desa sendiri yang lepas dari kewajiban sebagai warga Bayung Gede. Mereka membangun tempat suci sendiri bernama Pura Kahyangan Tiga. Meski demikian, tata ruang desa dan konsep desa leluhur mereka masih mengikuti konsep yang ada di Desa Bayung Gede.

Daya Tarik dan Pesona Alam Desa Penglipuran

  • Hutan Bambu menjadi salah satu daya tarik alam terbesar di Desa Penglipuran. Hutan bambu seluas 45 hektar ini adalah hutan yang mengelilingi desa. Selain sebagai tempat wisata, area hutan bambu pun masih terus dijaga keasrian dan dilestarikan sampai saat ini.
  • Tata Letak Bangunan. Desa ini membuat tata ruang yang mengikuti konsep bernama Tri Mandala, di mana desa dibagi menjadi tiga wilayah, yaitu:
  1. Utama Mandala, merupakan wilayah suci untuk para dewa dan peribadatan.
  2. Madya Mandala digunakan sebagai tempat tinggal para penduduk
  3. Nista Mandala, merupakan area khusus pemakaman penduduk.
  • Adat dan Budaya. Ritual keagamaan yang sering menarik perhatian wisatawan adalah Ngusaba. Ritual ini dilakukan untuk menyambut Hari Raya Nyepi. Desa ini juga rutin mengadakan festival budaya bertajuk Penglipuran Village Festival yang biasanya diadakan pada akhir tahun. Kegiatannya beragam, mulai dari parade pakaian adat Bali, parade seni budaya, macam-macam lomba, hingga Barong Ngelawang.
  • Kuliner Khas Desa Penglipuran adalah Loloh Cemcem dan Tipat Cantok, yang wajib Kalian coba jika berkunjung ke Desa Ini. Loloh cemcem adalah minuman khas yang terbuat dari daun cemcem. Kemudian tipat cantok merupakan makanan yang terdiri atas ketupat dan sayur rebus, lengkap dengan bumbu kacang yang gurih.

Foto Tipat Cantok : IDN Time

Foto Loloh Cemcem : sonorabali.com

Selain itu, Desa Penglipuran juga mendapat julukan sebagai desa terbersih di dunia. Julukan tersebut didukung berbagai penghargaan bidang lingkungan dan pariwisata yang diperoleh desa ini.

Bagaimana, Menarik tidak mengenai Desa Wisata Penglipuran? Jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan kemanapun kalian berkunjung.

Sumber : detikcom

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *