Oktober 15, 2026
IMG_20260301_202805

Balidalamberita.com, DENPASAR – Pelaksanaan Pasamuhan Agung Pasikian Pacalang Bali MDA Provinsi Bali pada Minggu (1/3), berjalan tertib dan lancar. Kegiatan yang bertempat di Lantai III Gedung Lila Graha MDA Provinsi Bali ini, diikuti oleh 121 peserta yang berasal dari 44 Pasikian Pacalang Bali MDA Kecamatan Seluruh Bali, Pasikian Pacalang Bali MDA Kabupaten/Kota, Prajuru MDA Kecamatan, Bandesa Madya MDA Kabupaten/Kota serta Bandesa Agung dan Prajuru MDA Provinsi Bali.

Disampaikan dalam laporan Manggala Prawartaka Pembentukan Pasikian Pacalang Bali MDA Provinsi Bali, Drs.,I Gede Nurjaya, M.Si, Pasamuhan Agung Pasikian Pacalang Bali MDA Provinsi Bali dilaksanakan dengan lebih dahulu melaksanakan Pasangkepan Padgatakala di masing-masing Kabupaten/Kota untuk menyerap aspirasi dari Pacalang Desa Adat, Pasikian Pacalang Bali MDA Kecamatan dan Pasikian Pacalang Bali MDA Kabupaten/Kota Se- Bali.

Momen penting dalam Pasangkepan Padgatakala di MDA Kabupaten/Kota ini, selain untuk menelurkan bakal calon yang selanjutnya diajukan ke Pasamuhan Agung Pasikian Pacalang Bali MDA Provinsi, juga menjadi ajang untuk memberikan sosialisasi dan informasi yang meningkatkan pemahaman Prajuru Pasikian Pacalang Bali terhadap kedudukan, tugas pokok dan fungsi yang diemban.

Dalam penentuan keprajuruan, sosok yang muncul dan didukung dari 6 Kabupaten/Kota adalah Brigjen Polisi (Purn) Dewa Bagus Made Suharya yang selanjutnya dimufakati oleh seluruh peserta Pasamuhan Agung. Selain itu, nama nama bakal calon prajuru seperti Ngurah Putu Hadi Pradnyana, SH., AKBP (Purn) Putu Suprama, SH, MH., juga muncul diusulkan untuk mengisi keprajuruan Pasikian Pacalang Bali MDA Provinsi karena sudah menyerahkan syarat untuk ikut sebagai bakal calon prajuru melalui MDA Kabupaten/Kota masing-masing.

Struktur terbaru juga disepakati diisi dengan dukungan peleton dan regu yang disebut dengan istilah Bala Pamating (peleton) yang dikepalai oleh Kelian Gede, Bala Pamating Pascima (sisi kauh) yang terdiri dari 3 Kabupaten di sisi barat Pulau Bali yang dikepalai seorang Kelian, Bala Pamating Tengah (Denpasar, Badung, Gianyar) yang dikepalai seorang Kelian dan Bala Pamating Purwa (Kabupaten Karangasem, Klungkung dan Bangli).

Selanjutnya Peserta Pasamuhan Agung Pasikian Pacalang Bali MDA Provinsi sepakat untuk mengajukan struktur Keprajuruan masa Bhakti 2026-2029 antara lain ; Brigjen Pol (Purn) Drs Dewa Bagus Made Suharya sebagai Manggala Utama, Ngurah Putu Hadi Pradnyana, SH sebagai Patajuh 1, AKP (Purn) I Wayan Sudana sebagai Patajuh 2, AKBP (Purn) I Putu Suprama, SH, MH sebagai Panyarikan Utama, Dr. Drs., Arya Bagiastra, SE, SH, Mh, MM, MBA, sebagai Patajuh Panyarikan 1, I Nyoman Suwirya sebagai Patajuh Panyarikan 2, I Ketut Wiratna sebagai Patengen Utama, I Putu Ary Adi Antara sebagai Patajuh Patengen 1 dan I Putu Ardana Putra sebagai Patajuh Patengen 2.

Sedangkan untuk Bala Pamating Gede (Peleton), diusulkan AKP (Purn) I Ketut Suparta sebagai Kelian Gede, dan dibantu 2 orang Pangliman Gede masing-masing AKP (Purn) I Wayan Sudirta dan I Komang Gede Agung Setiawan sosok tokoh Pacalang Bali yang akrab dipanggil Mang cece.

Ada 3 Prajuru Pasikian Pacalang periode sebelumnya yang masih tetap diusulkan yakni Ngurah Putu Hadi Pradnyana SH yang sebelumnya adalah Panyarikan Pasikian Pacalang Bali diusulkan menjadi Patajuh Manggala Utama 1 untuk memperkuat lembaga, I Ketut Wiratna tetap diusulkan sebagai Patengen Utama Pasikian Pacalang Bali dan I Komang Gede Agung Setiawan sebagai Pangliman Kelian Gede (peleton).

Acara Pasamuhan juga diisi dengan penyampaian rancangan program dan beberapa perubahan dalam struktur kelembagaan yang disampaikan oleh Patajuh Bandesa Agung Baga Kasukertan, Kependudukan dan Wewidangan MDA Provinsi Bali yang juga penyusun Pedoman Sesana Pacalang MDA Bali, Dr. Drs. I Made Wena, M. Si.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *