
Balidalamberita.com, KLUNGKUNG – Nyejek Api adalah salah satu tradisi kuno yang biasanya diadakan oleh warga Desa Pundukaha Kaja, Nusa Penida, Bali.
Warga desa memakai busana persembahyangan lengkap yang disertai dengan bunga, dupa, dan gebogan.
Sanghyang Api merupakan api besar yang lahir karena serangkaian upacara suci dan sebagai pusat perhatian dari tradisi ini.
Tradisi Nyejek Api
Tradisi ini dilakukan oleh peserta dengan usia 18-30 tahun yang dianggap sebagai simbol kelestarian tradisi pada masa yang akan datang.
Menurut kepercayaan warga setempat, api tidak berbahaya jika memiliki keberanian, rasa ikhlas, dan niat yang baik.
Tetapi, tradisi ini juga sempat diwarnai kejadian tragis jika peserta tidak memiliki niat yang kurang tulus.
Tradisi Nyejek Api tidak hanya ritual semata bagi warga Desa Pundukaha Kaja, tetapi dianggap memiliki daya tarik wisata dan budaya adat yang unik di Bali.
