Oktober 15, 2026
Desa Pinggan Kintamani

Potret Desa Pinggan Kintamani (sumber foto: Instagram @mikevisuals)

Balidalamberita.com, BANGLI – Saat berlibur ke Bali, sebagian besar wisatawan memilih destinasi pantai. Padahal, Bali juga menyimpan keindahan luar biasa di dataran tingginya, salah satunya adalah Desa Pinggan Kintamani di Kabupaten Bangli.

Berada di ketinggian hampir 1.300 meter di atas permukaan laut (mdpl), desa ini kerap diselimuti kabut tebal. Itulah mengapa banyak orang menyebutnya sebagai negeri di atas awan. Berikut keunikan Desa Pinggan yang membuatnya layak masuk daftar destinasi wisata Anda.


1. Waktu Terbaik untuk Berkunjung ke Desa Pinggan

Pengunjung menyukai suasana magis yang tercipta dari kabut yang menggantung di sekitar desa. Jika cuaca cerah, Anda bisa menyaksikan lapisan awan dan kabut dari atas, seolah berdiri di atas awan.

Untuk menikmati panorama terbaik, Anda sebaiknya menghindari musim hujan. Sebaliknya, bulan Agustus hingga November, saat musim kemarau, menjadi waktu paling ideal. Jika Anda sulit bangun pagi, sore hari bisa menjadi alternatif kunjungan karena pemandangan masih tetap indah.

2. Destinasi Wisata Menarik di Sekitar Kintamani

Setelah puas menjelajahi Desa Pinggan, Anda bisa melanjutkan perjalanan sekitar 30 menit menuju tepian Danau Batur yang tenang dan memesona.

Selanjutnya, jangan lewatkan kunjungan ke perkebunan kopi Kintamani, yang terkenal dengan cita rasa khas. Anda juga bisa bertualang ke Air Terjun Desa Kutuh, Bangli, dengan waktu tempuh kurang dari satu jam dari Desa Pinggan.

Bagi yang mencari destinasi tersembunyi, pesisir utara Bali dapat menjadi pilihan menarik, meskipun membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam perjalanan.

3. Lokasi dan Akses Menuju Desa Pinggan Kintamani

Secara administratif, Desa Pinggan terletak di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali. Berada di ketinggian, suhu udara di desa ini tergolong sejuk, bahkan bisa terasa sangat dingin.

Dari pusat Kota Denpasar, Anda membutuhkan waktu sekitar 2,5 jam untuk mencapai desa ini. Namun, jika Anda memulai perjalanan dari Ubud, waktu tempuhnya akan jauh lebih singkat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *