Oktober 15, 2026
Desa Adat Negari

Masyarakat Desa Adat Negari (sumber foto: Instagram @agung_ola)

Balidalamberita.com, KLUNGKUNG – Berlokasi sekitar 7 km dari pusat Kota Semarapura, Desa Adat Negari di Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, Bali, menawarkan keunikan budaya yang terjaga hingga kini. Dikelilingi oleh hamparan sawah hijau dan pantai pesisir, desa ini menjadi contoh desa adat yang berhasil menyeimbangkan kemajuan dengan pelestarian tradisi.

Masyarakat Desa Negari terus melestarikan adat istiadat warisan leluhur. Mereka menjaga keaslian budaya Bali melalui kehidupan sehari-hari dan praktik spiritual yang kuat.

Asal Usul dan Sejarah Desa Adat Negari

Menurut Babad Bendesa, sekelompok orang dari Sarimertha, Tegal Besar, dan Negari mendirikan Desa Adat Negari setelah tahun Saka 1541 atau sekitar 1619 Masehi. Nama “Negari” diyakini memiliki kemiripan dengan kata “Negarin”, yang berarti utusan dari Singapadu atau Gianyar. Para utusan ini awalnya bertugas membentengi wilayah Gianyar.

Sekitar 220 tahun yang lalu, sekitar 60 keluarga meminta izin kepada Raja Klungkung untuk membuka permukiman baru. Raja kemudian merestui permintaan tersebut dan menetapkan wilayah hutan di selatan Tegal Besar atau timur Sarimertha sebagai pusat pemukiman baru, yang kini dikenal sebagai Desa Negari.

Wilayah Adat dan Struktur Banjar di Desa Negari

Desa Adat Negari memiliki luas wilayah sekitar 216 hektare dan menaungi dua banjar adat utama, yaitu:

  • Banjar Adat Tegal Besar
  • Banjar Adat Negari

Selain itu, desa ini terbagi ke dalam tiga banjar administratif, yaitu:

  • Banjar Dinas Tegal Besar
  • Banjar Dinas Negari
  • Banjar Dinas Sarimertha

Walaupun desa ini mengalami perkembangan dari sisi infrastruktur dan ekonomi, warga tetap menjunjung tinggi nilai-nilai adat dan kebudayaan Bali.

Keunikan Tiga Pura dalam Satu Kompleks

Salah satu keunikan paling mencolok dari Desa Adat Negari adalah keberadaan tiga pura utama yang berdiri dalam satu kompleks. Ketiga pura ini memiliki fungsi spiritual berbeda namun saling melengkapi, yaitu:

  1. Pura Bale Agung – menjadi tempat musyawarah adat dan upacara besar desa
  2. Pura Puseh – melambangkan pemujaan terhadap leluhur dan asal-usul desa
  3. Pura Segara – tempat persembahyangan untuk memohon kesucian dan keselamatan dari unsur air

Ketiga pura tersebut berperan sebagai pusat kegiatan spiritual masyarakat dan memperkuat identitas adat Desa Negari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *