
Balidalamberita.com, KARANGASEM – Ayunan jantra yang berada di Desa Tenganan Pegringsingan biasanya digunakan oleh para remaja terutama gadis desa, setelah mereka melaksanakan perang pandan atau mekare-kare.
Ayunan jantra tersebut mempunyai makna agar para remaja yang sudah beranjak dewasa nantinya perlu mempersiapkan diri saat menghadapi kehidupan ini, dari posisi atas sampai dalam posisi yang terbawah.
Ayunan tersebut dipasang kurang lebih sekitar 18 hari lamanya sebagai rangkaian Usaba Sambah.
Permainan Ayunan Jantra
Pada sore hari, para remaja perempuan yang sudah beranjak dewasa dengan rentang usia 17 tahun dan sudah menstruasi akan naik ke atas ayunan. Sedangkan tugas para remaja pria adalah menggerakkan ayunan tersebut agar bisa berputar.
Pada 1 ayunan jantra bisa menampung sebanyak 4 – 8 orang remaja perempuan, sementara remaja laki-laki yang bertugas mengayunkan berjumlah 4 orang, misalnya 2 orang di bawah dan 2 orang berada di tengah.
Permainan ayunan jantra ini sangat menyita perhatian wisatawan yang mengunjungi Desa Tenganan Pegringsingan sehingga tidak jarang diantara mereka menyempatkan diri untuk berfoto bahkan memvideokan kegiatannya.
