Tarian Sang Hyang Sampat, Desa Puluk-puluk (sumber foto: tengkudak.si-desa.com)
Balidalamberita.com, TABANAN – Bali menjadi salah satu provinsi yang dikenal memiliki kekayaan kebudayaan yang luar biasa.
Salah satu tradisi kebudayaan yang menjadi ciri khas Bali adalah tradisi Tarian Sang Hyang Sampat.
Tradisi tarian unik tersebut berasal dari Desa Puluk-puluk, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali.
Tradisi nedunang Sang Hyang Sampat biasanya diadakan menjelang panen atau terjadinya musim tanam padi taun atau yang disebut juga sebagai padi Bali.
Tarian Sang Hyang Sampat ini adalah tradisi turun menurun yang sudah lama ada di Desa Pakraman Puluk-puluk.
Tradisi yang berlangsung di Pura Bedugul tersebut diadakan setiap satu tahun sekali atau pada waktu kalender jelang Ngusaba Gede.
Tradisi tersebut bertujuan untuk Nangkluk Merana atau perlindungan terhadap tanaman padi yang dimiliki petani dari serangan hama atau penyakit.
Prosesi ini berlangsung sekitar tiga hari berturut-turut pada saat diselenggarakannya upacara yang diadakan di Pura Bale Agung sebagai pusat Desa Pakraman Puluk-puluk.
Ada 2 Sang Hyang Sampat yang dikenal melinggih ada di Pura Bale Agung desa tersebut terdiri atas:
- Sang Hyang Sampat Lanang (sebagai seorang laki-laki).
- Sang Hyang Sampat Istri (sebagai seorang perempuan).
Lidi dari Sang Hyang Sampat dikenal bukanlah lidi sembarangan, tetapi lidi Ron atau lidi Nyuh Gading, lidi tersebut berjumlah, yaitu:
- Lidi Sang Hyang Sampat Lanang (laki-laki) berjumlah 108, angka 1 dimaksudkan melambangkan Tuhan yang berarti 1, angka 0 dimaksudkan adalah Tuhan yang tidak berawal atau tidak berakhir, sementara jumlah angka 1 ditambah 0 dan 8 menjadi 9 yang dimaknai arah penjuru dunia.
- Lidi Sang Hyang Sampat istri (perempuan) berjumlah 99, adalah arah dari penjuru dunia.
Sebelum roh widyadara yang kemudian merasuki Sang Hyang Sampat, sejumlah masyarakat setempat menyanyikan tembang Sang Hyang Sampat yang bertujuan mengundang widyadara agar turun di Bumi.
Itulah tadi penjelasan singkat mengenai Tradisi Adat Tarian Sang Hyang Sampat di Desa Pakraman Puluk-puluk, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali.(*)
