Oktober 15, 2026
Tumpek Krulut

Ilustrasi Perayaan Tumpek Krulut di Bali (Sumber foto: desadalung.badungkab.go.id)

Balidalamberita.com, DENPASAR – Perayaan hari Tumpek Krulut di Denpasar, Bali merupakan hari kasih sayang atau memiliki kemiripan dengan perayaan hari Valentine karena taksu yang diturunkan pada hari Tumpek Krulut dipercaya bisa memberikan kebahagiaan serta rasa kasih sayang yang dalam.

Rahina Tumpek Krulut biasanya identik dengan taksu gong sehingga dikenal dengan odalan gong.

Perayaan ini ditandai dengan ekspresi kesenian dan suara dari gamelan atau alat musik sehingga mengalirkan vibrasi positif pada kehidupan masyarakat Bali.

Masyarakat Hindu Bali menyelenggarakan Tumpek Krulut setiap enam bulan atau 210 hari kalender, bertepatan dengan Saniscara Kliwon Krulut.

Dilansir dari laman Kemenag Badung, umat Hindu yang berada di Bali mempunyai adat dan budaya alat musik gamelan yang menjadi sarana dalam menyuguhkan tabuh atau suara-suara suci sebagai pendamping pada perayaan upacara suci bagi umat Hindu Bali.

Maka, gamelan dianggap mempunyai hubungan yang erat dengan Tumpek Krulut.

Gubernur Bali I Wayan Koster sebelumnya menerbitkan instruktur Gubernur Nomor 08 Tahun 2023 mengenai perayaan rahina Tumpek Krulut dengan penyelenggaraan Jana Kerthi yang menjadi implementasi berdasarkan Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 04 Tahun 2022 mengenai Tata-Titi kehidupan warga Bali menurut nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi pada Bali di era baru.

Rahina Tumpek Krulut diselenggarakan secara sekala dan niskala, Perayaan sekala meliputi pagelaran pertunjukan seni, misalnya: Pemerintah Provinsi Bali pernah mengadakan pertunjukan kesenian dan grand final aransemen lagu Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

Sementara secara niskala, berlangsung dengan upacara penyucian gamelan ataupun alat-alat musik.

Sedangkan bagi keluarga bisa mengadakan Tumpek Krulut melalui persembahyangan di tempat tinggalnya masing-masing dengan menghaturkan banten yang ada di rong tiga, diantaranya: Daman, Tipat sirikan, Pejati, serta ayaban meliputi tipat manca tingkat madya, nista tipat gong, dan di lebuh dihaturkan segehan panca warna 9 tanding.

Banten adalah media dalam menyampaikan Bhakti (persembahan tulus ikhlas) serta Sradha (keyakinan) kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Dimana hal tersebut mempunyai tujuan dalam menumbuhkan kasih sayang hingga taksu pada diri kita masing-masing.

  • Makna Rahina Tumpek Krulut

Dilansir dari berbagai sumber, Tumpek Krulut atau yang disebut dengan Tumpek Lulut, berasal dari bahasa Bali yang artinya jalinan atau rangkaian.

Taksu yang diturunkan saat berlangsungnya hari Tumpek Krulut dipercaya bisa membawa kebahagiaan hingga rasa kasih sayang.

Menurut kepercayaan masyarakat Bali, taksu dianggap sebagai kekuatan spiritual yang menjiwai berbagai kegiatan kesenian yang dilakoni oleh masyarakat Bali.

Oleh sebab itu, perayaan tersebut identik dengan hari Valentine atau hari kasih sayang bagi umat Hindu di Bali. Sementara itu, hari tersebut juga sering ada taksu gamelan.

Seseorang yang mendengarkan musik alunan yan mg berasal dari gamelan tersebut akan seperti menikmati hingga merasa bahagia. Bisa dilihat ketika masyarakat awam menggerakkan tangan, kaki, dan kepala ketika menikmati alunan tersebut.

Nilai Teo Estetis pada ajaran agama Hindu berhubungan erat dengan nilai estetika yang selalu berkolaborasi dengan Satyam yang artinya kebenaran, Siwam adalah kesucian, dan Sundaram yakni keindahan. Oleh sebab itu, Tumpek Krulut mempunyai nilai Teo Estetis yaitu keindahan pada aspek teologis.

Tumpek Krulut juga berkaitan dengan aspek Ketuhanan dengan menggunakan kesenian. Pada alat gamelan memiliki nyasa (simbol) yang bersemayam para dewa, meliputi:

  1. Dewa Iswara (Dang),
  2. Dewa Siwa (Ding),
  3. Dewa Brahma (Deng),
  4. Dewa Wisnu (Dung),
  5. Dewa Mahadewa (Dong).

Selain itu ada pula dewi-dewi di dalamnya, meliputi:

  1. Dewi Mahadewi,
  2. Dewi Umadewi,
  3. Dewi Saraswati,
  4. Dewi Sri,
  5. Dewi Gayatri.

Alat-alat seni (gamelan) yang berhubungan dengan konsep Ketuhanan yang merupakan manifestasi dari para dewi-dewi tersebut.

  • Tujuan Perayaan Tumpek Krulut

Perayaan Tumpek Krulut memiliki tujuan dalam menjalin hubungan harmonis diantara sesama manusia dan menciptakan kasih sayang serta taksu pada diri kita.

Selain itu, tumpek tersebut merupakan upacara gong ataupun gamelan yang dipakai menjadi pendamping upacara-upacara suci untuk melantunkan alunan yang indah dan mempunyai taksu karena ketika Tumpek Krulut pemujaan lebih diprioritaskan pada sabda (bunyi) ataupun pada tetangguran (gamelan atau musik).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *