Oktober 15, 2026
Sosok I Nyoman Nuarta (Sumber artikel : Instagram/@nyoman_nuarta)

Balidalamberita.com, TABANAN – I Nyoman Nuarta merupakan seorang pematung dan maestro seni rupa asal Indonesia yang dikenal luas berkat karya-karyanya yang monumental.

I Nyoman Nuarta lahir di Tabanan, Bali, pada 14 November 1951.

Nuarta merupakan salah satu seniman kontemporer terkemuka di Indonesia yang konsisten berkarya menggunakan media perunggu dan tembaga.

Nuarta memulai pendidikan seninya di Institut Teknologi Bandung (ITB), di mana ia mengambil jurusan Seni Rupa pada tahun 1972.

Selama masa studinya, ia aktif di Kelompok Seni Rupa Baru bersama sejumlah seniman lain, yang menantang pandangan seni konvensional pada masanya.

Pada tahun 1979, Nuarta mendirikan Studio Nyoman Nuarta di Bandung, sebuah ruang kreatif yang menjadi pusat produksinya hingga saat ini.

Salah satu ciri khas karya Nuarta adalah gaya realisme yang kuat, sering kali menampilkan figur manusia atau hewan dalam skala besar.

Nuarta percaya bahwa seni harus dapat dinikmati dan dipahami oleh masyarakat luas, bukan hanya kalangan tertentu.

Nama I Nyoman Nuarta tak bisa dipisahkan dari sejumlah patung besar yang menghiasi ruang publik di Indonesia.

Karyanya yang paling terkenal dan menjadi mahakarya hidupnya adalah Garuda Wisnu Kencana (GWK).

Patung kolosal ini berlokasi di Bukit Ungasan, Bali, dengan tinggi 121 meter dan menjadikannya salah satu patung tertinggi di dunia.

Pembangunan GWK memakan waktu puluhan tahun, melewati berbagai tantangan teknis dan finansial, yang membuktikan dedikasi dan kegigihan Nuarta.

Selain GWK, beberapa karyanya yang lain juga tak kalah mengesankan, antara lain:

  • Patung Jalesveva Jayamahe: Terletak di dermaga Ujung, Surabaya, patung ini menggambarkan seorang perwira TNI Angkatan Laut yang berdiri gagah. Patung ini melambangkan kegagahan dan kejayaan Angkatan Laut Indonesia.
  • Monumen Proklamasi Indonesia: Berlokasi di Jakarta, patung ini dibuat untuk memperingati kemerdekaan Indonesia.
  • Patung Arjuna Wiwaha: Berada di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, patung ini menggambarkan adegan dari epos Mahabarata.

Bagi Nuarta, seni adalah alat untuk menyampaikan pesan.

Nuarta sering kali memasukkan elemen-elemen budaya dan sejarah Indonesia ke dalam karyanya.

Melalui seni, Nuarta tidak hanya menciptakan keindahan visual, tetapi juga mengingatkan masyarakat akan nilai-nilai luhur, seperti patriotisme, keberanian, dan hubungan harmonis antara manusia dan alam.

Keberaniannya dalam menggarap proyek-proyek berskala raksasa menunjukkan ambisinya untuk meninggalkan warisan yang abadi bagi bangsa Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *