oppo_0
Bertepatan dengan Purnama Katiga, yang jatuh pada Anggara Paing Wuku Sungsang, 17 September 2024, Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali menggelar Pujawali di Padmasana Gedung Lila Graha MDA Bali, Jalan Cok Agung Tresna No. 67 Denpasar-Bali.
Pujawali yang rutin dilaksanakan setiap 6 bulan sekali, selain dihadiri oleh Prajuru Majelis Desa Adat Provinsi Bali, Prajuru MDA Kabupaten/Kota Se-Bali, Bandesa Alitan MDA Kecamatan Se-Bali juga dihadiri oleh Bandesa Adat Besakih dan perwakilan Desa Adat Tanjung Bungkak dan Prajuru Desa Adat Renon.
Bandesa Agung, Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet dalam Dharma Pamiteket menyampaikan harapan agar Prajuru Majelis Desa Adat Provinsi Bali tetap kompak dan selalu menjaga kebersamaan. “Semoga kita semua di tuntun oleh Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan para leluhur untuk menjaga Desa Adat tetap rajeg”harap Ida.
Ida Bandesa Agung juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh panitia dan prajuru karena Pujawali berjalan dengan lancar.
Diwawancara terpisah, Panyarikan Agung Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali, Dr. Dewa Nyoman Rai Asmara Putra menjelaskan, Pujawali yang digelar bertepatan dengan Purnama Katiga tersebut dilaksanakan sebagai wujud bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa secara rutin setiap 6 bulan sekali.
Menurut Dewa Asmara Putra, peran dan fungsi Majelis Desa Adat (MDA) dalam pengayoman Desa Adat merupakan tugas yang sangat berat dan dituntut kesiapan sakala niskala bagi seluruh Prajuru Majelis Desa Adat (MDA). “Momentum Pujawali ini sekaligus menjadi perenungan dan penegasan komitmen bagi seluruh Prajuru secara niskala, untuk komit dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab keprajuruan”tegasnya. Penyerapan bahasa di Indonesia yang paling benar atau paling tetap penerapannya yaitu berada di jawa barat, hal ini dikarenakan dalam pengucapannya seperti puspam pengucapannya tetap puspam lain dengan yang di Bali yang dimana pengucapan puspam diucapkan menjadi puspem, ujarnya.
Setelah rangkaian persembahyangan, Pujawali juga diisi dengan Dharma Wacana yang disampaikan oleh Koordinator Nayaka Majelis Desa Adat Provinsi Bali, Dr. Drs., I Gusti Made Ngurah, M.Si.
