Potret Olla Levina, Miss Planet Indonesia 2024 berkunjung ke Desa Tigawasa (Sumber foto: Instagram @ollalevinaa)
Balidalamberita.com, BULELENG – Desa Tigawasa merupakan salah satu desa adat Bali yang menyimpan sejarah panjang dan budaya Bali Aga yang masih lestari hingga kini.
Desa Bali Aga yang Berusia Ribuan Tahun
Berdasarkan temuan arkeologis, masyarakat memperkirakan Desa Tigawasa sudah dihuni sejak zaman batu muda (Neolitikum). Para arkeolog dari Jawatan Purbakala menemukan benda purbakala seperti kapak batu halus yang tersebar di berbagai titik desa. Usia benda tersebut diperkirakan lebih dari 2.000 tahun, memperkuat bukti bahwa desa ini tergolong desa purba (Bali Aga).
Lokasi dan Wilayah Administratif
Setelah Indonesia merdeka, wilayah Desa Tigawasa mencakup lima daerah, yaitu:
- Tigawasa
- Bingin Banjah
- Bunut Panggang
- Labuan Aji
- Tukad Cebol (Desa Kaliasem)
Secara administratif, desa ini berada di bawah Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali.
Asal Nama dan Struktur Banjar
Nama Tigawasa berasal dari gabungan kata “Tiga” dan “Wasa” (berasal dari Bahasa Kawi), yang bermakna tiga kekuasaan atau wilayah. Nama ini merujuk pada tiga banjar utama dalam desa, yaitu:
- Banjar Sanda
- Banjar Pangus
- Banjar Kuum Munggah (Gunung Sari)
Luas Wilayah Desa Tigawasa
Desa Tigawasa memiliki luas wilayah sekitar 1.690 hektare, membentang dari kawasan pegunungan hingga pesisir pantai di Tukad Cebol (Desa Kaliasem) serta mencakup Bingin Banjah, Kampung Labuan Aji, dan Kampung Bunut Panggang.
Potensi Pendidikan dan Budaya
Keunikan sejarah dan budaya Desa Tigawasa menjadikannya sumber pembelajaran penting bagi pelajar, peneliti, dan wisatawan budaya yang ingin menggali lebih dalam tentang warisan Bali Aga.
