Oktober 15, 2026
MMHL1320

Balidalamberita.com, DENPASAR—Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) II Surabaya terus berupaya meningkatkan penetrasi literasi keuangan di Pulau Dewata dengan menggandeng kalangan kampus, salah satunya dengan menggelar LPS Goes To Campus di Universitas Ngurah Rai, Denpasar Bali.

Ajang ini bertujuan meningkatkan pemahaman di kalangan generasi muda yang merupakan ujung tombak dalam penyebaran informasi. Kepala Kantor Perwakilan LPS II Surabaya Bambang S. Hidayat mengatakan edukasi menjadi salah satu instrumen penting selain kebijakan penjaminan simpanan untuk menjaga kepercayaan publik terhadap sektor perbankan. Menurutnya, kondisi simpanan masyarakat di perbankan masih menunjukkan pertumbuhan yang positif.

“Jadi mahasiswa ini selain sebagai agent of change juga sebagai agen yang bisa memberikan informasi terutama LPS karena pekerjaan rumah kami sekarang sangat besar dikarenakan cakupan sangat luas,” ujarnya, pada Jumat, 5 Juni 2026.

LPS Goes to Campus di Universitas Ngurah Rai diikuti oleh 300 orang mahasiswa, serta menghadirkan narasumber lain seperti Kepala Kantor Perwakilan BEI (Bursa Efek Indonesia) Bali adalah I Gusti Agus Andiyasa, dan Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK), Edukasi, Pelindungan Konsumen, dan Layanan Manajemen Strategis OJK Provinsi Bali Irhamsah.

Menurut Bambang, kampus memiliki peran strategis dalam memperluas literasi keuangan karena mahasiswa dapat menjadi agen perubahan yang menyebarluaskan informasi kepada masyarakat. Karena itu, LPS secara rutin menggelar kegiatan edukasi di berbagai daerah dengan melibatkan kalangan akademisi. Ajang ini selain mengenalkan fungsi LPS sebagai penjamin simpanan juga sekaligus memberikan pemahaman berinvestasi yang legal dan rasional.

Edukasi dinilai penting mengingat maraknya tawaran investasi ilegal maupun produk keuangan berisiko yang banyak beredar melalui platform digital dan media sosial. Kehadiran perwakilan OJK juga dapat menjadi bahan bagi mahasiswa mengenali mana investasi yang aman dan dijamin oleh lembaga keuangan. Diharapkan dengan penjelasan para narasumber dapat menjadikan mahasiswa lebih melek keuangan.

Direktur PUJK Edukasi, Pelindungan Konsumen, dan Layanan Manajemen Strategis OJK Provinsi Bali Irhamsah menambahkan bahwa literasi keuangan sangat penting bagi generasi muda dan bagian penting dalam perlindungan konsumen. Mahasiswa di era sekarang dinilai wajib untuk memiliki pemahaman mengetahui mana investasi yang legal dan rasional sehingga tidak terjebak dalam investasi illegal.

“OJK memiliki tugas mengatur, mengawasi, dan melindungi. Salah satu cara melindungi masyarakat adalah meningkatkan literasi keuangan. Mahasiswa sangat aktif di media sosial sehingga perlu dibekali kemampuan untuk membedakan mana investasi yang legal dan mana yang tidak,” jelasnya.

Rektor Universitas Ngurah Rai Ni Putu Tirka Widanti menegaskan kegiataan yang diadakan oleh LPS memiliki peran penting dan sangat membantu kalangan akademisi memahami seluk beluk industri keuangan. Diakuinya selama ini perbedaan antara dunia teoritis dengan praktisi sehingga kehadiran para pelaku dari sektor industri keuangan dapat membantu kalangan akademisi mendapatkan perspektif utuh.

“Tentunya ini sangat berguna bagi dunia akademisi. Terutama ini supaya mengkaitkan teori tersebut dengan para praktisi,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *