Oktober 15, 2026
Kiang Damok

I Nyoman Dama saat mendampingi cucunya bertanding di Piala Dunia Anak Indonesia Region Bali 2026 di Lapangan Kedonganan, Badung.

Balidalamberita.com, DENPASAR – Ada ada saja ulah oknum OTS (orang tua siswa) salah satu SSB dalam ajang Piala Dunia Anak Indonesia Region Bali Tahun 2026.

Oknum tersebut tiba tiba merangsek di kerumunan official dan Ots SSB Manistutu United dan menunjukkan gestur tidak suka, sembari menyampaikan dugaan bahwa Kiang (kakek – red) yang kebetulan berpenampilan baju dan celana warga gelap bergaris merah itu adalah seorang Dukun.

Ya, Kiang Damok demikian panggilan akrab pemilik nama asli I Nyoman Dama , merupakan seorang Kiper paling top dan legendaris di era Tahun 90-an saat banyak turnamen tarkam antar desa digelar di Kabupaten Jembrana.

Kakek asal banjar Katulampa, Desa Manistutu ini selalu hadir di Turnamen yang di ikuti oleh Tim SSB Manistutu United KU-12.

Termasuk sebelumnya saat Tim SSB Manistutu United KU-12 dan KU-10 kalah adu penalty di event Bali 7s dan di Turnamen Garuda Wisnu (Garwis) pada April.

Kiang Damok adalah kakek Goal Keeper andalan Tim SSB Manistutu United KU-12, Putu Diva Janu Sutha yang bernama punggung Janu.

Ditemui di sela Turnamen Piala Dunia Anak Indonesia di Lapangan Kedonganan Badung pada Sabtu (2/5), Kakek Damok juga merasa terkejut atas kejadian yang tidak mengenakkan sekaligus lucu tersebut.

Menurutnya, dia dan istrinya sengaja datang dan hadir di lapangan untuk mendukung dan memberikan semangat kepada cucu kesayangan, yang meneruskan hobinya di sepakbola terlebih seperti posisinya dulu yaitu Penjaga Gawang.

Lalu, apakah maksud dengan gerakan tangan melambai lambai yang sering dilakukan saat mendampingi Janu di sisi samping lapangan? Apakah itu praktek dukun?

Kakek Damok sambil terkekeh menjawab, bahwa gerakan itu adalah semata untuk menyemangati cucunya sekaligus meringankan perasaan tegang setiapkali dia menonton cucunya bertanding.

Coach SSB Manistutu United, I Gede “Rahdur” Pujayadi saat Gus dikonfirmasi seolah enggan menanggapi tudingan tersebut. Sambil tersenyum, Coach muda ini menyatakan bahwa percaya dengan dukun di jaman modern seperti sekarang adalah sebuah kemunduran. “Dukunnya adalah latihan keras dan dukungan positif untuk anak anak, kami menyiapkan mental anak anak untuk kalah maupun menang”pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *