Oktober 15, 2026
Desa Sidetapa

potret Rumah Kuno Bale di Desa Sidetapa (Sumber foto: balisidatapa.blogspot.com)

Balidalamberita.com, BULELENG – Desa Sidetapa, yang terletak di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, merupakan salah satu desa tua di Bali atau dikenal sebagai Desa Bali Aga. Desa ini berdiri di ketinggian 650 meter di atas permukaan laut dan dikenal memiliki alam yang indah serta budaya yang kaya.

Desa Bali Aga merupakan sebutan bagi desa-desa yang mempertahankan adat istiadat sebelum masuknya pengaruh Kerajaan Majapahit. Selain Sidetapa, desa seperti Tenganan, Trunyan, dan Bayug Gede juga termasuk dalam kategori ini.

Asal-Usul dan Sejarah Desa Sidetapa

Meski belum ditemukan prasasti resmi, para tetua desa meyakini bahwa Desa Sidetapa telah berdiri sejak tahun 785 M. Dahulu, desa ini bernama Gunung Sari Munggah Tapa.

Suatu waktu, wabah penyakit melanda desa. Seorang pendeta Buddha datang dan melakukan semedi di desa tersebut. Melalui perantaraannya, wabah berhasil dihilangkan menggunakan tirta (air suci) yang bersumber dari Kayon Teben.

Sejak itu, masyarakat mulai menghormati sang pendeta. Ia juga meninggalkan bhisama, bahwa air suci tersebut hanya boleh digunakan sebagai tirta pengentas, pembersih, dan pengelukatan bagi orang yang telah wafat.

Sebagai bentuk penghormatan dan perubahan besar tersebut, masyarakat mengganti nama desa menjadi Sidetapa, dan menyerahkan pengelolaan desa secara spiritual kepada Dewa Gede Penyarikan.

Kerajinan Bambu Khas Desa Sidetapa

Hampir seluruh kepala keluarga di Sidetapa menekuni kerajinan tangan dari bambu. Mereka menganyam bambu menjadi berbagai bentuk kerajinan yang memiliki nilai seni dan ekonomi tinggi.

Kerajinan bambu ini menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi wisatawan yang ingin merasakan suasana khas desa adat yang masih asri dan lestari. Pemandangan alam sekitar pun mendukung, termasuk dua air terjun terdekat yaitu Air Terjun Mampah dan Air Terjun Tamblang, yang hanya berjarak 1,5 km dari pusat desa.

Rumah Kuno Bale Gajah Tumpang Salu

Salah satu keunikan utama Desa Sidetapa adalah keberadaan rumah kuno Bale Gajah Tumpang Salu, yang dianggap sakral dan memiliki nilai sejarah tinggi.

Ciri khas rumah ini meliputi:

  • Atap dari seng,
  • Dinding dari tanah,
  • Bangunan asli tidak menghadap langsung ke jalan.

Kebiasaan ini berkaitan dengan sikap warga yang dulu menolak pengaruh budaya luar, termasuk dari Kerajaan Majapahit. Posisi rumah yang tidak menghadap jalan mencerminkan nilai adat dan spiritual masa lampau.

Meski beberapa rumah kini mulai menyesuaikan arah bangunan ke jalan, bagian inti seperti kuil keluarga tetap dipertahankan dalam bentuk aslinya. Banyak bangunan di desa ini masih orisinal dan belum terpengaruh zaman, menjadikannya sebagai destinasi wisata budaya yang otentik.

Desa Sidetapa, Warisan Budaya Bali yang Tak Lekang oleh Zaman

Dengan kekayaan sejarah, budaya Bali Aga, kerajinan bambu yang lestari, serta arsitektur rumah kuno yang unik, Desa Sidetapa menjadi simbol penting pelestarian budaya Bali.

Bagi wisatawan yang ingin menyaksikan langsung kearifan lokal dan kehidupan tradisional Bali yang autentik, Desa Sidetapa layak menjadi tujuan utama. Tidak hanya menikmati pemandangan alam, pengunjung juga bisa belajar tentang filosofi dan nilai kehidupan masyarakat Bali yang sangat menjunjung tradisi leluhur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *