Oktober 15, 2026
Desa Cempaga Buleleng

Potret Penari Baris Dadap dari Desa Cempaga (Sumber Foto: wikimedia.org)

Balidalamberita.com, BULELENG – Terletak di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Desa Cempaga dikenal sebagai desa adat yang kaya akan budaya, tradisi, sejarah, serta tarian sakral khas Bali. Desa ini juga menawarkan pemandangan alam yang memikat dan suasana spiritual yang kuat.

Menurut data tahun 2016, penduduk Desa Cempaga berjumlah sekitar 2.705 jiwa yang terdiri dari 1.360 laki-laki dan 1.345 perempuan, dengan rasio jenis kelamin 101,12.

Berikut beberapa keunikan yang membuat Desa Cempaga istimewa:

1. Menawarkan Pemandangan Alam yang Asri

Desa Cempaga menyuguhkan panorama alam yang memesona, menarik perhatian wisatawan lokal dan mancanegara. Berada di kawasan pegunungan membuat desa ini memiliki udara sejuk dan lingkungan bebas polusi. Wisatawan dapat menikmati ketenangan khas pedesaan sambil menyatu dengan alam.

2. Pusat Spiritualitas: Pura dan Tari Rejang

Pura Puseh Agung menjadi pusat kegiatan spiritual dan keagamaan di Desa Cempaga. Salah satu pementasan yang sakral di pura ini adalah Tari Rejang, yang disimbolkan sebagai widyadara-widyadari atau penuntun para dewata. Warga desa, khususnya para perempuan, menarikan Tari Rejang pada malam hari hingga menjelang pagi saat upacara berlangsung. Tarian ini memancarkan pesona dan keanggunan, seakan-akan menampilkan bidadari yang turun dari kayangan.

3. Tradisi Nyepi Adat dan Upacara Ngaben

Desa Cempaga memiliki tradisi Nyepi Adat yang digelar setiap lima tahun sekali, setelah pelaksanaan Ngaben desa. Tujuan tradisi ini adalah untuk menyucikan kembali alam desa pasca prosesi Ngaben. Selama Nyepi Adat, seluruh warga melaksanakan Catur Brata Penyepian selama 24 jam dan menutup akses keluar-masuk desa.

Sementara itu, prosesi Ngaben biasanya berlangsung saat Sasih Kanem, yaitu musim hujan yang dipercaya dapat meluruhkan dosa dan kotoran secara simbolis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *