Oktober 15, 2026
UNIK. Patung depan rumah di Desa Adat Nyuh Kuning yang jarang ditemukan di desa lain (Foto: budayabali.com edited by Adi Nata)

Balidalamberita.com, GIANYAR – Desa Adat Nyuh Kuning merupakan salah satu Desa Adat Bali yang berlokasi di sebelah selatan Ubud, tepatnya Kabupaten Gianyar, Bali.

Desa tersebut didirikan menggunakan konsep Tri Hita Karana dengan mengedepankan keselarasan serta keharmonisan hubungan diantara manusia beserta alam sekitar, antar sesama manusia, dan terutama dengan Tuhan.

Desa adat ini merupakan perwakilan yang kokoh di Bali dan dikenal masih autentik. Desa tersebut memiliki peranan penting untuk melestarikan budaya Bali dan tradisi Bali.

Lantas apa saja keunikan dari Desa Adat Nyuh Kuning? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Memiliki Bangunan Tradisional Khas Bali

Bukan cuma itu, wisatawan akan disuguhi bangunan tradisional khas Bali yang memperlihatkan arsitektur lokal hingga kekayaan sejarah desa.

Desa Adat Nyuh Kuning, dibangun dengan memisahkan diri dari pendekatan pembangunan pariwisata modern, serta lebih memilih mengadopsi kebudayaan daerah secara alami tanpa adanya sentuhan modernisasi yang dianggap berlebihan.

Sehingga, wisatawan bisa merasakan keindahan alam sekitarnya dan budaya bali khas pedesaan yang dikenal autentik, berdasarkan nilai-nilai tradisional Bali yang terjaga dengan baik.

Keberadaan Patung Depan Rumah

Saat menginjakkan kaki di desa adat tersebut, di setiap rumah ada patung yang digunakan untuk menyambut tamu atau pengunjung di pintu masuk.

Keberadaan patung ini bukan hanya sebagai unsur dekoratif semata namun juga menyuguhkan sentuhan khas dari desa tersebut.

Selain itu, keunikan dari desa ini terletak pada patung tersebut yang mewakili suatu kepribadian masing-masing dari pemilik rumah.

Pemandangan yang Menakjubkan

Desa tersebut memiliki keindahan alamnya yang menakjubkan, keberadaan hutan monyet yang ada di sekitar desa yang dikenal asri dan menyimpan keunikan dibandingkan desa lainnya.

Fasilitas yang ada di Desa Adat Nyuh Kuning juga tidak kalah keren karena membuat nyaman pengunjung dan masyarakat desa.

Sumber artikel: budayabali.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *