Dalam upaya memastikan ketahanan listrik menyambut pertemuan tingkat tinggi Indonesia Afrika Forum (IAF) 2024, PLN UID Bali melaksanakan sosialisasi kepada Bandesa Adat dan Pacalang di wewidangan rawan layang layang bertempat di Lila Graha Utama, Gedung Lila Graha MDA Provinsi Bali pada Selasa (27/8).
Hadir dari PLN antara lain, Senior Manager Komunikasi dan Umum, Hamidi Hamid mewakili GM PLN UID Bali didampingi Manager PLN UPT, I Made Gita dan jajaran PLN.

Dalam pemaparannya, Manager PLN UPT I Made Gita menyampaikan terkait dengan layang layang, masih menjadi momok yang berpotensi menyebabkan permasalahan pada jaringan listrik.
Bandesa Agung MDA Provinsi Bali, Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet dalam Dharma Pamiteket Ida meminta agar Bandesa Adat, Pacalang dan BANKAMDA terjun untuk meminta Yowana maupun Krama untuk tidak bermain layang layang pada saat kegiatan IAF dari tanggal 1-3 September 2024.
“Ratu menyampaikan ini, bukan demi PLN, tapi demi Krama Bali, demi Bali, demi martabat dan harga diri Bangsa Indonesia” tegas Ida.
Menurut Ida Pangelingsir, selama ini event – event internasional telah memberikan andil besar terhadap promosi Bali sebagai tujuan wisata favorit, yang indah, aman dan nyaman. Tentu saja ini harus terus dijaga dengan tetap memberikan kenyamanan kepada para delegasi dan pemimpin negara dengan salah satunya menjaga listrik tetap menyala.
“Ratu meminta kepada Yowana, Krama Bali agar dari tanggal 1 sampai 3 September 2024, tidak menaikkan layang layang”pungkas Ida Pangelingsir Agung, sembari meminta Desa Adat dan Bankamda melalui SIPANDUBERADAT, agar mengawasi dengan ketat dan disiplin.
