Oktober 15, 2026
IMG-20230516-WA0006

Kepala Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Bali I Gusti Agus.

BaliDalamBerita.com – Tahun 2023 merupakan tahun yang penuh tantangan dan ketidakpastian “ujar Agus”sapaan dari I Gusti Agus Andiyasa, Kepala Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Bali. Bagaimana tidak, jika melihat data ekonomi makro sebagian besar negara di dunia mengalami inflasi yang tinggi sehingga membuat Bank Sentral di negara tersebut menaikkan suku bunga acuan untuk meredam inflasi. Belum lagi perang Rusia vs Ukraina yang belum ada tanda-tanda usai. Baru-baru ini kita juga mendengar ada 3 Bank di Amerika yang mengalami masalah likuiditas. Data-data tersebut menyebabkan para pengamat ekonomi dan pelaku pasar masih melihat adanya risiko resesi global yang akan terjadi. Kabar baiknya adalah negara Indonesia masih menunjukkan data-data ekonomi yang positif baik dilihat dari PDB, inflasi, rasio perbankan, neraca perdagangan dan yang lainnya.

Ditengah ketidakpastian ekonomi global, siapa sangka investor pasar modal terus menunjukkan pertumbuhan dan optimismenya. Di Bali sendiri investor pasar modal sudah tembus 200 ribu investor. Per April 2023 investor pasar modal secara keseluruhan sudah mencapai angka 202.027 investor atau bertumbuh sebesar 10.048 investor baru (5,2% secara ytd). Untuk investor saham sendiri sudah mencapai 99.521 investor atau bertumbuh sebesar 4.770 investor baru (5% secara ytd). Yang menarik adalah generasi millenial atau yang berusia dibawah 30 tahun mendominasi investor di Bali yaitu sebanyak 57%, diikuti oleh investor yang berusia 31-40 tahun sebanyak 24% dan usia 41 tahun keatas sebanyak 19%. Berdasarkan jenis pekerjaan, investor di Bali sebagian besar berprofesi sebagai pegawai swasta yaitu 41% diikuti pelajar 20%, pengusaha 15% dan profesi lainnya.

Optimisme masyarakat Bali untuk berinvestasi di Pasar Modal Indonesia perlu kita jaga selalu “ujar Agus”. Kantor Perwakilan BEI (KP BEI) Bali senantiasa melakukan upaya-upaya untuk terus meningkatkan tingkat pemahaman masyarakat Bali mengenai investasi khususnya investasi di pasar modal. Berbagai macam kegiatan edukasi dan sosialisasi sudah dilakukan ke berbagai elemen di Bali yang bertujuan agar tingkat literasi dan inklusi masyarakat Bali mengenai pasar modal terus meningkat. Di tahun 2023 Kantor Perwakilan BEI Bali mempunyai program baru yaitu Pasar Modal Masuk Desa Adat. Program ini bertujuan agar seluruh lapisan masyarakat Bali memahami pentingnya berinvestasi khususnya di pasar modal dan bagaimana kita sebagai masyarakat bisa mengelola keuangan dengan bijak dan terhindar dari investasi ilegal/bodong. Kegiatan ini merupakan implementasi dari “Pencanangan Literasi dan Inklusi Pasar Modal Kepada Desa Adat dan 1.000 Pacalang di Bali” yang telah dilakukan pada tanggal 27 Januari 2023 oleh KP BEI Bali bekerjasama dengan OJK KR 8 Bali & Nusa Tenggara, Pemprov Bali, Majelis Desa Adat dan BRI Danareksa Sekuritas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *