Oktober 15, 2026
IMG_20260731_120417

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; captureOrientation: 0; brp_mask:0; brp_del_th:null; brp_del_sen:null; delta:null; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 8;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 36;

Balidalamberita.com, DENPASAR–Peta persebaran investor pasar modal di Bali menunjukan adanya pemerataan tidak terpusat di Bali Selatan saja.

Bursa Efek Indonesia (BEI) Bali memaparkan persentase jumlah investor terbanyak berasal dari Kota Denpasar 37 persen, Kabupaten Badung 19 persen dan Kabupaten Buleleng 11 persen. Adapun Kabupaten Gianyar dan Tabanan yang berada di wilayah Bali Selatan masing-masing menyumbang 10 persen dan 8 persen.

“Agaknya keberadaan Galeri investasi di Kota Singaraja membawa hasil positif. Kami ada galeri di kampus Undiksha dan Mpu Kuturan,” jelas Kepala Kantor Perwakilan BEI Bali I Gusti Agus Andiyasa, pada Jumat, 31 Juli 2026.

Dalam pemaparannya, ia membagikan bagaimana geliat investasi di Pulau Dewata terus menunjukkan tren positif yang membanggakan. Menurutnya,  keterlibatan kampus dan institusi pendidikan sangat membantu dalam memperluas jangkauan informasi pasar modal hingga ke akar rumput. 

Dua galeri tersebut membantu kita untuk di kampus. Jadi kampus pun bisa memasyarakatkan di sekitar lingkungannya tidak hanya mahasiswa di kampus tersebut.

”Nah, mereka yang kita ajak untuk melakukan kegiatan literasi di Bali. Dan dampaknya bisa terlihat ya, semenjak 3 tahun besar. Setelah itunya akan dikampanyekan,” jelasnya. 

Tidak berhenti di perguruan tinggi, BEI Bali bahkan melangkah lebih jauh dengan menyasar siswa-siswi SMA. Meskipun para pelajar belum memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP), pengenalan dini terhadap pasar modal dianggap penting agar mereka memiliki wawasan finansial yang matang saat dewasa nanti.

“Sama galeri investasi edukasi. Nah, ini buat apa kita bekerja sama dengan SMA untuk anak-anak SMA. Walaupun yang belum punya KTP, setidaknya mereka mengenal dulu nih mengenai pasar modal. Agar apa? Agar ketika dia sudah dewasa, dia sudah tahu banyak pilihannya,” tegasnya.

Berdasarkan data klasifikasi investor saham di Bali, mayoritas pelaku pasar saat ini didominasi oleh masyarakat yang sudah bekerja, yakni sekitar 54,6%, sementara sisanya disusul oleh kalangan pelajar dan mahasiswa.

Untuk mendukung ekosistem ini, Bali kini telah didukung oleh 32 galeri investasi yang bekerja sama dengan berbagai elemen—baik kampus, non-kampus, asosiasi pimpinan pasar, hingga instansi seperti Rumah BUMN Denpasar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *