Oktober 16, 2026
63

Foto: Ilustrasi Desa Penglipuran (Instagram/@luluu.dr)

Balidalamberita.com – Desa Penglipuran adalah salah satu desa wisata yang sangat dikenal luas di Bali. Desa Penglipuran mempunyai berbagai julukan, seperti diantaranya seperti Desa Adat, Desa Wisata, dan Desa Budaya.

Secara geografis, Desa Penglipuran berlokasi di daerah pegunungan atau dataran tinggi dengan ketinggian 600 meter di atas permukaan laut.

Desa tersebut memiliki jalanan menurun dengan lebar 4 meter yang membentang kurang lebih 1 km.

Desa tersebut mempunyai batas utara adalah Desa Adat Kayang, di sebelah selatan ada Desa Adat Cempaga, batas timur ada Desa Adat Kubu, dan sementara batas barat terdapat Desa Adat Cekeng.

Berdasarkan letak astronomis, Desa Penglipuran berada di 8,46 derajat Lintang Selatan atau berada di 115,35 derajat Bujur Timur.

Desa Penglipuran dianggap memenuhi konsep ataupun filosofi dari Tri Hita Karana.

Dikutip dari sebuah penelitian dari Made Agus dan rekan-rekannya yang kemudian diterbitkan oleh Indonesian Values and Character Education Journal (IVCEJ).

Tri Hita Karana merupakan tiga penyebab diciptakannya sebuah kebahagiaan.

Tiga penyebab ini meliputi Parahyangan, Pawongan, dan Palemahan.

Parahyangan merupakan hubungan harmonis diantara sesama manusia yakni dengan Tuhan yang Maha Esa.

Sementara, Pawongan menjadi suatu hubungan yang harmonis diantara sesama umat manusia.

Sedangkan, Palemahan dikenal sebagai hubungan harmonis diantara umat manusia bersama dengan lingkungan sekitar.

Sebagai desa adat wisata, Penglipuran dikenal kental akan adat, budaya dan keseniannya.

Sejumlah pertunjukan seni sakral pada seni pertunjukannya, diantaranya meliputi: Drama Gong, Joged Bumbung, Tari Baris Bedil, Tari Baris Jojor, Tari Baris Presi, dan Tari Seni Arja.

Menariknya lagi, tari adat yang ada di desa ini sangatlah relevan dipraktikkan oleh para remaja desa.

Misalnya: Tari sekaa janger penglipuran, adalah sebuah tarian pergaulan antara muda-mudi yang dikenal lincah, telah ada sekitar tahun 1969.

Nama ‘sekaa’ merupakan nama tokoh pahlawan yang dikabarkan dimakamkan di Desa Penglipuran, adalah Anak Agung Anom Mudita.

Tarian ini memiliki fungsi menjadi sarana hiburan dan sudah diterapkan oleh sejumlah desa yang ada di Bali.

Selain itu, terdapat karya topeng dengan berbagai bentuk Topeng Barong di Desa tersebut, seperti: Barong Ket, Topeng Serengeti, Barong Macan, dan Topeng Sidakarya.

Itulah tadi penjelasan singkat mengenai Konsep Tri Hita Karana yang Ada di Desa Penglipuran, semoga informasi ini bermanfaat.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *