Foto: Tempat-Tempat Desa Wisata di Bali
Balidalamberita.com, DENPASAR—Liburan Idul Fitri dan Nyepi sudah dekat. Jangan lupa untuk menyiapkan rencana perjalanan ketika berlibur di Bali. Berikut ini beberapa desa di Pulau Dewata yang wajib Anda kunjungi ketika berlibur Idul Fitri.
- DESA PENGLIPURAN
Berlokasi di Kabupaten Bangli, desa adat ini berjarak sekitar 1,5 jam dari Kuta dan Nusa Dua. Desa Penglipuran diklaim sebagai desa terbersih nomor tiga di dunia versi UNESCO. Klaim bersih itu karena keberadaan parit saluran air sebesar 50 cm yang terdapat di sepanjang rumah warga sehingga membuat sanitasi lancar. Selain itu, bentuk rumah seragam serta tata letaknya berjejer sepanjang 1 km hingga menampakkan kerapian. Mendatangi desa adat yang diklaim sudah berdiri sejak 700 tahun lalu ini seakan membawa pengunjung mendatangi lokasi berbeda dibandingkan dengan desa lain di seluruh Indonesia.

Foto: Suasana Desa Penglipuran, Kabupaten Bangli. (Sumber: tunashijau.id).
Untuk memasuki area Desa Panglipuran Bali, Anda dikenakan tiket masuk. Untuk wisatawan domestik dikenakan harga Rp25.000, wisatawan asing Rp50.000, anak-anak domestik hanya perlu membayar Rp15.000 dan untuk wisatawan anak-anak asing membayar Rp25.000.
- DESA ADAT KUTUH
Pernah penasaran dengan pantai yang ada patung pandawa di pinggir tebing? Inilah Desa Kutuh. Terkenal dengan Pantai Pandawa. Lokasinya cocok buat spot foto-foto sekeluarga. Pantainya juga putih bersih. Dulunya pantai ini terkenal tempat budidaya rumput laut. Sekarang, rumput laut sudah tidak ada. Meski demikian pantai ini punya pasir pantai putih. Daya tarik pantai ini sudah jelas keberadaan patung Pandawa Lima di tebing-tebing.

Foto: Destinasi Wisata Pantai Pandawa, Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung. (Sumber: inovasi.web.id).
Pantai ini bisa dijangkau sekitar 30 menit dari Bandara I Gusti Ngurah Rai. Dulu desa ini miskin. Berkat kemampuan desa adat mengelola daerahnya, desa ini berubah total. Sekarang menjadi salah satu desa adat terkaya di Bali.
- DESA WISATA LES
Desa yang berlokasi di Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng. Desa Adat Les terkenal dengan keindahan alamnnya yang alami tentunya memanjakan mata saat berkunjung kesana. Desa Adat Les termasuk Desa Tua yang berada di Bali Utara yang masih menjaga adat dan tradisi yang sudah diwariskan oleh para leluhur dahulu. Jarak tempuh menuju lokasi Desa Adat Les dari Kota Denpasar berjarak 89 km dengan lama perjalanan berkisar 2 – 3 jam.

Foto: Air Terjun Yeh Mempeh, di Desa Les, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng. (Sumber: www.mytrip.com).
Air Terjun Yeh Mampeh, merupakan tempat wisata yang ada di Desa Wisata Les. Air terjun ini lokasi sangat cocok sebagai tempat berfoto dan mengabadikan momen bersama keluarga tercinta. Jika anda berkunjung ke air terjun ini, di perjalanan menuju lokasi anda akan melewati tracking hutan yang tentunya memberikan sensasi alam yang menyegarkan dan sangat cocok untuk tempat menenangkan diri.
Desa Les juga diperindah dengan pesona Lautnya yang sangat indah, jadi selain dapat melihat air terjun, kita juga bisa langsung melihat pantai dengan tempat melihat ladang garam. Keindahan terumbu karang juga dapat dinikmati melalui diving/snorkling, dimana sudah ada tempat yang menyediakan alat untuk melakukan diving/snorkling.
Desa Les memiliki keunikan dimana desa ini tidak melakukan pembakaran (ngaben) melainkan di kubur. Selain itu terdapat tatanan pura dimana Pura Bale Agung Desa Les di kelilingi Pura dadya/keluarga, terdapat cagar budaya yang berada di Pura Puseh dengan banyaknya arca-arca. Memiliki tarian Saklar Jojor (baris lawas) dan tentunya juga sangat cocok untuk dikunjungi.
- DESA WISATA JATILUWIH
Tempat wisata alam yang berlokasi di Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, tempat ini menyuguhkan keindahan hamparan persawahan dengan sistem irigasi yang disebut Subak bahkan telah diakui oleh UNESCO sebagai salah satu Warisan Budaya Dunia. Sistem subak, dari kepercayaan masyarakat sebagai ajaran Tri Hita Karana dalam Agama Hindu. Tri Hita Karana filosofi Hindu Bali yang mengajarkan mengajarkan 3 (tiga) prinsip mencapai keharmonisan dan keseimbangan dalam kehidupaan, yaitu Prayangan (Sang Pencipta), Pawongan (Sesama Manusia), dan Palemahan (Alam/Lingkungan).

Foto: Pemandangan Persawahan di Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan. (Sumber: balidalamberita.com).
Desa Wisata Jatiluwih bukan sekedar memberikan sensasi persawahan dengan sistem subak yang memukau. Pengunjung dapat menikmati treking dari jalur sawah yang terhubung dengan hutan. Selain itu Desa Jatiluwih sering menyelenggarakan festival dan upacara tradisional yang menambah wawasan mengenai kekayaan budaya dan tradisi lokal. Jarak tempuh menuju lokasi Desa Wisata Jatiluwih dari Kota Denpasar berjarak 46 km dengan lama perjalanan berkisar 1,30 – 2 jam.
- DESA WISATA MANISTUTU
Desa yang berlokasi di Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana dengan luas wilayah 19,08 Kilometer Persegi. Desa Wisata Manistutu menyuguhkan keindahan alam perbukitan, dengan berbagai tempat dan aktifitas menarik yang dapat dilakukan. Anda dapat menikmati keindahan alam dengan melakukan kegiatan kemah (Camping Ground) bersama keluarga tercinta, melihat keindahan alam serta dapat melihat keindahan Bendungan Benel. Jarak tempuh menuju lokasi Desa Wisata Manistutu dari Kota Denpasar berjarak 108 km dengan lama perjalanan berkisar 3,29 – 4 jam.

Foto: Wisatawan Menikmati Suasana Alam dengan Mengendarai Offroad, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana. (Sumber: balidalamberita.com).
Desa Wisata Manistutu menyediakan kegiatan Offroad dengan rute yang melewati sungai dan hutan, tentunya sangat menyenangkat dilakukan bersama keluarga. Selain itu juga terdapat Air terjun Toya Amertha Bukit Blulang, dan Makepung Lampit. Para UMKM di Desa Wisata Manistutu memiliki banyak sekali produk UMKM yang tentunya sangat disayangkan apabila berkunjung ke Desa Manistutu tanpa membeli oleh-oleh dari produk buatan UMKM. Produk UMKM yang sangat populer yaitu Gula Kelapa dan Madu Hutan.
Pura unik juga menambah keindahan Desa Wisata Manistutu ini, yaitu Pura Pagubugan. Pura Pagubugan unik dikarenakan berada di atas sebongkahan batu besar. Arti kata Gubug memiliki makna yang sangat dalam yaitu bertemunya Mata Air (hulu) sebagai sumber kehidupan dan Ulu (kepala) yang disimbolkan dengan pura diatas batu dengan aliran sungai yang melahirkan kesejahteraan masyarakat.
- DESA ADAT BATUAN
Berlokasi di kabupaten Gianyar, Wisatawan yang berkunjung ke Batuan, akan banyak sekali menemukan kesenian-kesenian dari sebuah pertunjukan klasik Bali. Kesenian yang ada di Desa Adat Batuan seperti tari-tarian, Teatrika Wayang Wong, Topeng Pajeg, Bondres, dan masih banyak lagi. Untuk sampai di lokasi ini, membutuhkan waktu perjalanan dari Kota Denpasar berjarak 17 km dengan waktu berkisar 34 menit saja.

Foto: Pura Puseh Desa Batuan. (Sumber: baliexpress.jawapos.com).
Pementasan Seni yang bertujuan untuk mengiringi kegiatan ritual, pengunjung tetap dapat menikmati pementasan seni. Desa Adat batuan menyimpan banyak peninggalan artefak yang dinamai Prasasti Baturan, tersimpan baik di Pura puseh Batuan. Dari berbagai kesenian di Desa Batuan menjadikan lokasi ini banyak diminati karena selain dapat menikmati keindahan dan pertunjukan seni, kita juga dapat ikut terlibat untuk menjaga kelestarian budaya tentunya menambah pengalaman.
- DESA TENGANAN PEGRINGSINGAN
Desa adat yang terletak di Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem. Desa Adat ini terkenal dengan budayanya yaitu masih mempertahankan kebudayaan Bali Aga, yaitu suku asli Bali sebelum masuknya pengaruh Hindu. Untuk menuju lokasi Desa Adat Tenganan membutuhkan waktu kurang lebih 1,30 jam dengan jarak 45 km dari Kota Denpasar.

Foto: Arsitektur Bangunan Tradisional di Desa Tenganan Pegringsingan, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem. (Sumber: Photo by Wira Tour Bali (www.rentalmobilbali.net)).
Tradisi unik di Desa Adat tenganan yaitu adanya sebuah ritual adu keberanian antar pemuda dengan menggunakan daun panda berduri sebagai senjata. Di Desa Adat ini juga terkenal dengan Kain Gringsingnya, ini merupakan kain tenun khas Bali dengan bermotif geometris dan memiliki warna yang alami. Kain Gringsing tentunya cocok sekali dibeli saat berkunjung ke Desa Adat Tengenan sebagai oleh-oleh saat berlibur ke Bali.
Sumber:
laman resmi Jadesta, jadesta.kemenparekraf.go.id
tunashijau.id
www.mytrip.com
investor.id
baliexpress.jawapos.com
www.rentalmobilbali.net
