Oktober 15, 2026
Direktur Network & Retail Funding BTN Rully Setiawan (tengah), dan Kepala Kantor Wilayah BTN Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Bagus Hendri Setiawan (kiri). balidalamberita/istimewa

Direktur Network & Retail Funding BTN Rully Setiawan (tengah), dan Kepala Kantor Wilayah BTN Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Bagus Hendri Setiawan (kiri). balidalamberita/istimewa

Balidalamberita.com, DENPASAR—PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) berencana menggandeng UMKM lokal untuk meningkatkan penetrasi digital store.

Konsep BTN Digital Store, yaitu model layanan perbankan modern yang menggabungkan teknologi digital dengan interaksi layanan yang lebih efisien. BTN Digital Store menghadirkan pengalaman layanan yang lebih cepat dan praktis bagi nasabah. Proses pembukaan rekening yang sebelumnya membutuhkan waktu sekitar 20 menit kini dapat dipersingkat menjadi sekitar lima menit. Konsep Digital Store juga mengedepankan transaksi paperless melalui penggunaan digital form serta model layanan super staff yang mampu melayani berbagai kebutuhan nasabah dalam satu titik layanan.

Direktur Network & Retail Funding BTN Rully Setiawan mengatakan Bali merupakan salah satu wilayah dengan potensi ekonomi yang kuat dan menjadi pasar penting bagi pertumbuhan bisnis perbankan, khususnya dalam pembiayaan perumahan dan penghimpunan dana masyarakat. Karena itu pihaknya sedang mencari salah satu UMKM yang memilik merek lokal kuat. Menurutnya, jika ada kecocokan maka BTN akan membuka  layanan terintegrasi di lokasi pelaku usaha tersebut.

“Dengan karakter ekonomi Bali yang didukung sektor pariwisata dan investasi properti, kami melihat peluang pertumbuhan yang cukup besar. Karena itu BTN terus memperkuat layanan serta memperluas akses perbankan agar dapat menangkap potensi tersebut sekaligus meningkatkan penghimpunan dana murah,” ujar Rully dalam diskusi bersama media di Denpasar, Minggu, 15 Maret 2026.

Mantan regional CEO bank himbara di Bali ini menekankan bahwa BTN telah bertransformasi pada saat ini. Dia menekankan bank milik pemerintah init tidak lagi hanya fokus dengan kredit perumahan semata, tetapi akan memperkuat layanan digital, pengembangan ekosistem transaksi, serta perluasan produk consumer banking yang terintegrasi dengan pembiayaan perumahan.

Rully menjelaskan bahwa strategi utama BTN dalam memperkuat dana murah adalah dengan mentransformasikan BTN menjadi bank transaksional, bukan hanya bank yang melayani pembiayaan perumahan.

“BTN ke depan ingin menjadi bank transaksional, bukan sekadar bank tempat orang mengambil KPR. Setelah nasabah memiliki rumah melalui BTN, tentu mereka masih memiliki berbagai kebutuhan finansial lainnya, dan kami ingin kebutuhan transaksi itu tetap dilakukan di BTN,” jelasnya.

Transformasi tersebut salah satunya dilakukan melalui penguatan Bale by BTN yang dikembangkan sebagai superapps untuk berbagai kebutuhan transaksi nasabah. Saat ini Bale by BTN telah mencapai sekitar 4 juta pengguna dalam waktu dua tahun.

Melalui Bale by BTN, nasabah dapat melakukan berbagai transaksi kebutuhan sehari-hari seperti pembayaran listrik, PDAM, pembelian tiket, hingga berbagai layanan pembayaran lainnya. BTN juga terus memperluas kerja sama dengan merchant serta mengoptimalkan fitur Bale Community untuk mempermudah berbagai transaksi komunitas, termasuk pembayaran iuran lingkungan perumahan.

Selain itu, BTN juga memperluas akses ke berbagai segmen nasabah, mulai dari retail, prioritas hingga BTN Private, dengan menawarkan berbagai produk investasi dan layanan pengelolaan dana.

“Melalui pendekatan ini, BTN ingin mendorong nasabah untuk menjadikan BTN sebagai bank utama dalam transaksi keuangan mereka, bukan hanya untuk pembiayaan rumah,” ujar Rully.

Ke depan, BTN juga akan memperluas ekosistem consumer banking melalui berbagai produk baru yang terintegrasi dengan layanan digital, seperti paylater serta pembiayaan kendaraan bermotor.

Kepala Kantor Wilayah BTN Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Bagus Hendri Setiawan mengatakan transformasi layanan BTN juga mencerminkan perubahan peran bank yang semakin berorientasi pada kebutuhan transaksi nasabah. Menurut Bagus, BTN kini tidak hanya melayani pembiayaan perumahan, tetapi juga berbagai kebutuhan transaksi keuangan masyarakat, baik untuk nasabah individu, UMKM maupun korporasi.

“BTN ingin hadir sebagai bank consumer yang melayani kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari sandang, pangan hingga papan. Karena itu kami terus memperluas layanan agar BTN dapat menjadi mitra transaksi keuangan masyarakat dalam berbagai kebutuhan,” ujar Bagus.

Dengan strategi tersebut, BTN optimistis dapat memperkuat penghimpunan dana murah sekaligus memperluas basis nasabah di wilayah Bali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *