Oktober 15, 2026
Sosialisasi Inklusi Keuangan UMKM Bali

I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan, S.T., M.Si., Anggota Komisi VI DPR RI, menyampaikan materi dalam Sosialisasi Peningkatan Inklusi Keuangan Program Danantara di Gedung PLUT KUMKM Provinsi Bali, Denpasar, Senin (15/12/2025).

Balidalamberita.com, DENPASAR – Upaya peningkatan inklusi keuangan terus didorong guna memperkuat ekonomi kerakyatan. Hal tersebut tercermin dalam kegiatan Sosialisasi Peningkatan Inklusi Keuangan yang digelar di Gedung PLUT KUMKM Provinsi Bali, Jalan Raya Sesetan No.250, Denpasar Selatan, Senin (15/12/2025).

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 10.00 Wita ini menghadirkan I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan, Anggota Komisi VI DPR RI, sebagai narasumber utama. Sosialisasi tersebut diikuti oleh berbagai kalangan, mulai dari pelaku UMKM, masyarakat umum, komunitas usaha, pelajar dan mahasiswa, hingga perwakilan instansi pemerintah dan swasta.

Dalam pemaparannya, I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan menegaskan bahwa pemanfaatan layanan keuangan digital memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperluas peluang usaha, khususnya bagi pelaku UMKM. Digitalisasi layanan keuangan dinilai mampu memberikan kemudahan akses terhadap sistem pembayaran, pembiayaan, serta pengelolaan keuangan yang lebih efisien dan transparan.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara sektor perbankan dan pelaku UMKM dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Menurutnya, pemerintah telah menghadirkan berbagai kebijakan afirmatif sebagai bentuk keberpihakan kepada UMKM, salah satunya melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan program pembiayaan lainnya.

“Kaitannya dengan UMKM adalah bagaimana mempermudah agar pelaku usaha bisa mengakses layanan keuangan yang terjangkau, merasa aman, dan terhindar dari jebakan rentenir,” ujar I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan.

Selain itu, kegiatan sosialisasi ini juga menghadirkan Bakti Imansyah, Branch Manager Bank Mandiri Gatot Subroto Denpasar. Dalam paparannya, Bakti menekankan pentingnya pemanfaatan layanan keuangan formal dan digital dalam memperkuat struktur usaha UMKM. Produk perbankan seperti tabungan usaha, transaksi non-tunai melalui QRIS, perbankan digital, serta fasilitas pembiayaan dinilai mampu memberikan kemudahan, keamanan, dan efisiensi dalam operasional usaha sehari-hari.

Sementara itu, Feri Kristianto, pengamat ekonomi, menyoroti pentingnya perencanaan dan pengelolaan keuangan yang disiplin bagi keberlangsungan usaha. Ia menyampaikan bahwa pelaku UMKM perlu melakukan pencatatan transaksi secara rutin, mengelola arus kas dengan baik, serta memisahkan keuangan pribadi dan usaha agar kondisi keuangan dapat terpantau secara jelas.

Menurutnya, perencanaan keuangan yang baik mencakup penetapan tujuan usaha, penyusunan target keuangan, pengelolaan dana darurat, serta penggunaan pembiayaan secara bijak. Penyusunan laporan keuangan sederhana, seperti laporan laba rugi dan arus kas, juga dinilai penting untuk evaluasi usaha sekaligus meningkatkan kepercayaan pihak perbankan.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan pemahaman masyarakat dan pelaku UMKM terhadap inklusi keuangan semakin meningkat, sehingga mampu memperkuat kemandirian usaha dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *