Rapat Hasil Observasi di Desa Wisata Manistutu
BaliDalamBerita.com – Setelah ditemukannya beberapa benda purbakala oleh Warga Desa Wisata Manistutu, tim Kader Pelestari Budaya melakukan observasi lapangan yang dilaksanakan pada 7-8 April 2023.
Tim yang beranggota 8 orang tersebut dipimpin langsung oleh Pembina Kader Pelestari Budaya, I Wayan Dalem Ary Kalki didampingi para penggiat pariwisata, Perbekel dan Jero Bandesa Adat Manistutu.
Dalam paparan hasil observasi yang dilaksanakan pada 8 April 2023 di Rumah Makan Grya Kuliner , Banjar Tunas Mekar Desa Wisata Manistutu, terungkap bahwa Desa Wisata Manistutu memiliki 3 fase kehidupan masyarakatnya yang nyaris semuanya dalam kondisi yang sejahtera.
Bukti bukti yang ditunjukkan antara lain, banyaknya ditemukan Kubur Batu (sarkofagus), baik yang masih utuh atau sudah rusak di sekitar wilayah Desa Wisata Manistutu, keberadaan sarkofagus dalam pemahaman arkeologi, menunjukkan adanya peradaban masyarakat yang sudah maju dan penghargaan kepada masyarakat yang meninggal namun memiliki strata sosial yang lebih tinggi daripada yang lain.
Di lokasi lain, ada juga warga masyarakat Desa Wisata Manistutu yang menemukan benda purbakala berupa genta, cakra dan beberapa bentuk lain yang berbahan perunggu.
Ini membuktikan, lepas dari jaman megalithikum, di jaman kerajaan sendiri, Desa Wisata Manistutu adalah wilayah yang subur, makmur dan strata sosial penduduknya sudah cukup tinggi.
Bandesa Adat Desa Adat Manistutu, I Wayan Reden menyampaikan ucapan terima kasih kepada tim Kader Pelestari Budaya yang telah membantu melakukan observasi lapangan terhadap beberapa temuan benda purbakala di wewidangan Desa Adat Manistutu.
“Ini adalah momen yang luar biasa dan baru pertama kali dilaksanakan, karena sebelumnya tidak pernah ada upaya untuk melakukan observasi atau penelitian terhadap keberadaan benda purbakala atau lokasi penemuan di Desa Adat Manistutu”paparnya.
Selain Bandesa Adat, Perbekel Desa Manistutu, I Komang Budiana juga menganggap kegiatan observasi ini akan memberikan pemahaman yang lebih detail dan pasti kepada masyarakat. “Selama ini kita tidak pernah tahu dan memiliki catatan tentang benda purbakala atau penemuan lainnya, disinilah kita banyak kehilangan sejarah Desa Wisata Manistutu karena sangat sedikit penutur”jelasnya.
Menurut Perbekel muda tersebut, kehadiran Kader Pelestari Budaya selama 2 hari di Desa Wisata Manistutu tersebut , akan memberikan dampak dalam jangka menengah dan jangka panjang kepada seluruh masyarakat Desa WIsata Manistutu “tandasnya.
I Wayan Dalem Ary Kalki, Pembina Kader Pelestari Budaya mengaku kehadiran tim Kader Pelestari Budaya adalah bagian dari dukungan penuh Desa Manistutu sebagai Desa Wisata yang konfrehensif dan menarik. “Observasi adalah bagian penting dalam memastikan temuan benda purbakala dan situs bisa menguak sedikit gambaran tentang kehidupan masa lampau, kami sangat gembira karena menemukan konsep sustainability development masa kini, telah mampu dipraktekkan oleh leluhur masyarakat Desa Manistutu dengan mampu tetap eksis di tiga fase kehidupan”jelasnya.
