Oktober 15, 2026
Gubernur Koster Bali

Gubernur Bali Wayan Koster saat menyampaikan sambutan pada Wisuda ke-2 ITSNUBA di 100 Sunset Hotel, Kuta, Sabtu (26/4/2025).

Balidalamberita.com, BADUNG – Gubernur Bali Wayan Koster mendorong lembaga pendidikan tinggi aktif berkontribusi menyelesaikan persoalan-persoalan krusial Bali, seperti masalah sampah, kemacetan, hingga ulah wisatawan nakal. Ia menyampaikan hal ini dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-2 Program Sarjana Institut Sains dan Teknologi Nahdlatul Ulama Bali (ITSNUBA) di 100 Sunset Hotel, Kuta, Sabtu (26/4/2025).

Gubernur Koster menegaskan komitmennya menuntaskan persoalan sampah di periode kedua kepemimpinannya. Ia sudah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 09 Tahun 2025 tentang Gerakan Bali Bersih Sampah. Menurutnya, sampah merupakan masalah serius yang harus segera diatasi untuk mewujudkan lingkungan bersih dan sehat. “Sebagai destinasi wisata dunia, Bali membutuhkan tata kelola sampah yang baik,” tegasnya.

Melalui regulasi dan gerakan masif, Gubernur Koster menargetkan masalah sampah rampung dalam dua tahun. Ia menambahkan, Kementerian Lingkungan Hidup RI juga menetapkan Bali sebagai prioritas dalam program penuntasan sampah nasional. Karena itu, ia mengajak berbagai pihak, termasuk ITSNUBA, untuk berperan aktif dalam upaya ini. “Kalau lingkungan kita bersih, kecintaan dunia terhadap Bali akan semakin tinggi dan berdampak positif pada ekonomi kita, yang 65 persen bertumpu pada sektor pariwisata,” jelasnya.

Gubernur Koster juga menyampaikan rasa syukur atas meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan mancanegara. “Tahun 2024, kita mencatat 6,4 juta wisatawan asing, lebih tinggi dibanding sebelum pandemi. Per 23 April 2025, jumlah kunjungan bahkan naik 13 persen,” ujarnya. Ia optimistis, jika berbagai persoalan bisa diselesaikan, Bali akan semakin berkembang dan menarik lebih banyak wisatawan.

Selain persoalan sampah, ia juga menyoroti kemacetan dan perilaku wisatawan nakal sebagai isu penting yang harus segera diatasi.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Koster mengapresiasi Nahdlatul Ulama (NU) atas pendirian ITSNUBA di Bali. Ia menilai kehadiran perguruan tinggi NU sangat strategis dalam meningkatkan akses pendidikan tinggi di Bali, yang saat ini baru mencapai 34 persen. Ia menargetkan partisipasi pendidikan tinggi meningkat menjadi minimal 40 persen melalui program “Satu Keluarga Satu Sarjana” yang kini dalam tahap pendataan keluarga kurang mampu.

Mengakhiri sambutannya, Gubernur Koster mengucapkan selamat kepada para wisudawan-wisudawati. Ia mendorong lulusan melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 dan S3 untuk memperluas peluang karier. “Jangan puas hanya dengan gelar S1, lanjutkan agar bisa menjadi SDM unggul,” pesannya.

Sementara itu, Rektor ITSNUBA, Azizah Azis, mengucapkan selamat kepada para lulusan. Ia berharap lulusan ITSNUBA menjadi pribadi tangguh, adaptif, kreatif, dan inovatif. Saat ini, ITSNUBA telah membuka tiga program studi: Teknik Lingkungan, Statistik, dan Sistem Informasi, yang semuanya berstatus akreditasi Baik.

Dalam sambutannya, Kabag Umum LLDIKTI Wilayah VIII, Nyoman Bagus Suweta Nugraha, menekankan bahwa wisuda bukan akhir, melainkan awal perjalanan untuk terus belajar dan berkontribusi dalam menyelesaikan tantangan bangsa.

Mustakin Taggala dari Lembaga Pendidikan Tinggi PBNU juga menegaskan bahwa pendirian ITSNUBA mencerminkan komitmen NU dalam membuka akses pendidikan tinggi bagi masyarakat. Ia menyampaikan bahwa saat ini NU telah memiliki lebih dari 200 lembaga pendidikan tinggi di seluruh Indonesia.

Pada Wisuda ke-2 ini, ITSNUBA resmi melepas 47 sarjana dari tiga program studi. Acara wisuda juga diisi dengan orasi ilmiah dari Muhammad Hasan Chabibie, Staf Ahli Bidang Penguatan Ekosistem Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Kemdiktisaintek RI, yang mendukung penuh upaya Gubernur Koster mendorong peningkatan partisipasi pendidikan tinggi di Bali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *