Oktober 15, 2026
Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana

Gubernur Wayan Koster memberi sambutan dan motivasi kepada mahasiswa penerima beasiswa, menekankan pentingnya pendidikan sebagai jalan keadilan sosial dan masa depan Bali.

Balidalamberita.com, GIANYAR – Kabupaten Gianyar resmi menjadi role model pertama di Bali dalam merealisasikan program beasiswa “Satu Keluarga Satu Sarjana” secara masif dan terstruktur. Sebanyak 1.400 pemuda-pemudi Gianyar lolos seleksi dan siap menempuh pendidikan tinggi di berbagai perguruan tinggi ternama, seperti ITB, UGM, IPB, hingga Politeknik Kesehatan Surakarta.

Pemerintah Kabupaten Gianyar meluncurkan program ini dalam acara Pelepasan Penerima Beasiswa Gianyar Aman dan Beasiswa Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), yang digelar di Kantor Bupati Gianyar pada Selasa (9/7). Acara tersebut turut dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster dan Bupati Gianyar I Made Mahayastra.

Beasiswa Murni Tanpa Proyek, Dana Langsung untuk Mahasiswa

Bupati Mahayastra menegaskan bahwa program ini tidak melalui proyek atau sistem tender. Dana beasiswa langsung dikirim ke rekening mahasiswa, mencakup:

  • Pembayaran UKT (Uang Kuliah Tunggal) secara penuh,
  • Uang makan Rp50.000/hari,
  • Uang kos Rp1 juta/bulan,
  • Bantuan laptop hingga Rp15 juta.

Mahasiswa bebas memilih laptop sesuai kebutuhan, dan jika harga lebih murah dari plafon, sisa dana dikembalikan ke kas daerah.

“Program ini bukan proyek. Tidak boleh ada markup. Setiap rupiah harus bermanfaat langsung untuk mahasiswa,” tegas Mahayastra.

Gubernur Koster: Gianyar Jadi Teladan, Daerah Lain Harus Menyusul

Gubernur Wayan Koster mengapresiasi langkah Gianyar yang menjadi pionir dalam program pendidikan afirmatif. Ia mendorong delapan kabupaten/kota lain di Bali mengikuti jejak Gianyar.

“Jika setiap daerah memberikan 500 kuota, ditambah Gianyar 1.000 dan Provinsi 1.000–2.000, maka sedikitnya 6.000 mahasiswa miskin bisa dibiayai kuliah setiap tahun,” kata Koster.

Koster menyatakan program ini adalah gerakan keadilan sosial dan investasi masa depan Bali. Saat ini, tingkat partisipasi kuliah di Bali mencapai 38%, dan melalui program ini ditargetkan meningkat menjadi 50%.

Pemprov Bali juga bekerja sama dengan 20 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) untuk memberikan kuliah gratis dan berkolaborasi dengan PTN serta program KIP Kuliah Kemendikbud, diperkuat dukungan APBD dan bantuan biaya kos Rp1,4 juta/bulan. Verifikasi calon penerima dilakukan langsung ke rumah untuk mencegah praktik KKN.

Tak Hanya Kuliah, Program Juga Dukung Pendidikan Vokasi

Selain pendidikan akademik, program ini juga menyasar lulusan SMA/SMK yang memilih jalur vokasi. Tahun ini, 60 pemuda Gianyar dibiayai mengikuti pelatihan 1 tahun di LPK menggunakan dana APBD, setelah sebelumnya 10 peserta dibiayai melalui CSR BPD Bali.

Koster menegaskan bahwa pendidikan vokasi merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas SDM dan daya saing tenaga kerja Bali.

Kisah Koster: Dari Lantai Tanah Menuju ITB

Dalam pidatonya, Gubernur Koster mengisahkan masa kecilnya sebagai anak petani di Buleleng yang harus menjual ayam dan sapi agar bisa kuliah di ITB.

“Kalau saya bisa, anak-anak Bali juga pasti bisa,” ujar Koster disambut tepuk tangan hadirin.

Ia menekankan bahwa ini bukan program pencitraan, melainkan upaya bersama lintas pemerintahan untuk membangun generasi emas Bali melalui pendidikan.

“Kalau program ini dijalankan serius, maka pada 2030 kita akan punya puluhan ribu sarjana baru yang siap kerja, menciptakan lapangan kerja, dan tidak lagi bergantung pada orang tua,” tandasnya.

Beasiswa Aman: Astungkara, Mensyukuri, Aktif, Negara

Made Panji Sentana, salah satu penerima beasiswa yang diterima di Fakultas Kedokteran Hewan IPB, menyampaikan rasa syukur dan tekadnya untuk menjawab amanah ini dengan prestasi.

“Kami menyebutnya AMAN: Astungkara, Mensyukuri, Aktif, Negara,” kata Panji.

Ia menambahkan bahwa beasiswa ini bukan hanya bantuan keuangan, tetapi bentuk kepercayaan yang harus dibalas dengan kerja keras dan kontribusi nyata untuk Bali dan Indonesia.

Program “Satu Keluarga Satu Sarjana” yang dijalankan di Gianyar menjadi tonggak penting dalam sejarah pendidikan di Bali. Gianyar tidak hanya menghadirkan kebijakan populis, tetapi membangun sistem berkeadilan yang memberi peluang nyata bagi seluruh anak bangsa untuk meraih masa depan cerah melalui pendidikan tinggi dan vokasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *