Oktober 15, 2026
PLTG 900 MW Bali

Balidalamberita.com, BANGLI – Peringatan HUT Kota Bangli ke-821 pada Sabtu, 10 Mei 2025, menjadi momentum penting bagi Gubernur Bali Wayan Koster untuk menyuarakan peringatan keras soal krisis energi. Di hadapan ribuan peserta apel, Koster menegaskan bahwa Bali harus mandiri dalam hal energi, atau bersiap menanggung risiko pemadaman total seperti yang baru-baru ini terjadi.

“Bali saat ini memiliki pasokan listrik sebesar 1.400 megawatt, tetapi 350 megawatt masih kita impor dari Jawa Timur. Ketika jaringan terganggu, seluruh Bali gelap. Ini tidak boleh terjadi lagi,” tegas Koster dalam pidatonya.

Untuk mengatasi ketergantungan itu, Koster akan memimpin rapat strategis pada 15 Mei 2025 bersama D

irektur Utama PLN dan Kementerian ESDM guna mempercepat pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) berkapasitas 900 MW di Bali.

“Ini soal ketahanan dan kedaulatan energi Bali. PLTG akan kita bangun di Bali. Kita tidak bisa lagi bergantung pada pasokan luar,” tegasnya.

Selain PLTG, Koster juga menekankan pentingnya akselerasi penggunaan panel surya di seluruh Bali. Ia menargetkan penambahan kapasitas sebesar 100 MW pada 2025, yang akan meningkat menjadi 500 MW dalam lima tahun ke depan.

Menurut Koster, pemadaman listrik bukan hanya gangguan teknis, tetapi juga menjadi ancaman serius bagi perekonomian dan reputasi pariwisata Bali. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan untuk mendukung transisi energi Bali menuju kemandirian.

Pernyataan tegas itu menjadikan HUT Bangli bukan sekadar seremoni, tetapi juga panggung seruan darurat. Bali harus menyalakan energinya sendiri dan meninggalkan bayang-bayang blackout yang membayangi masa depan pulau ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *