Oktober 15, 2026
IMG-20230514-WA0042

Keterangan foto : kegiatan pembahasan rundown penjurian di Desa Wisata Manistutu

BaliDalamBerita.com – Setelah mampu meraih peringkat 75 besar dari 4.573 Peserta dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023 tingkat nasional, Desa Manistutu akhirnya dikunjungi oleh Dewan Juri Nasional ADWI 2023 pada Senin (15/3).

Menurut Perbekel Desa Manistutu, I Komang Budiana didampingi oleh I Ketut Master, Ketua Pokdarwis Wirawana Pegubugan, Desa Wisata Manistutu dalam ADWI 2023 menampilkan keunggulan Wisata Alam dan Tradisi.

Salah satu daya tarik pengunjung unggulan adalah Manistutu Camping Ground (Mantu Cager) yang mengajak pengunjung melakukan konservasi alam melalui penanaman pohon dan mendorong perlindungan burung serta satwa hutan lainnya. Selain itu berbagai tradisi dan seni budaya yang lestari dan tumbuh di Desa Wisata Manistutu, menjadi potensi luar biasa yang menarik kunjungan wisatawan baik asing maupun wisatawan lokal.

Selain itu, potensi wisata spiritual mulai dari aktivitas melukat di Grobogan Megending sekaligus mengunjungi Pura Pagubugan, pura unik yang berada diatas sebongkah batu besar utuh. Pura yang dari penelitian arkeologis disebutkan telah ada sejak jaman prasejarah tersebut, terletak persis di pertemuan antara 2 sungai yang mengalir di Desa Wisata Manistutu.

Jika ingin menikmati pemandangan Bendungan Benel dengan persfektif 180 derajat, maka Muntig Kumpi Ayu yang terletak persis di sisi barat Bendungan menghadap ke pemandangan bukit dan dataran rendah di sisi selatan, menjadi pilihan untuk menikmati kopi dan kudapan khas Muntig Kumpi Ayu.

Dijelaskan oleh Ketut Master, program pengembangan Desa Wisata Manistutu telah dilaksanakan secara bertahap dengan dukungan penuh dari semua pihak baik Perbekel, Bandesa Adat maupun kelompok masyarakat di pilar UMKM, pilar pendidikan maupun lingkungan yang diintegrasikan oleh Kelompok Masyarakat Integrator Prokerthi Manistutu.
“Kesempatan untuk masuk peringkat 75 Besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023 adalah hasil kerja keras masyarakat dan seluruh penggiat, relawan dan profesional di Desa Manistutu”ujarnya.

Ditemui terpisah, Bandesa Adat Desa Adat Manistutu, I Wayan Reden juga menyatakan kegembiraan dan kebahagiaan atas capaian Desa Wisata Manistutu yang bisa berbicara di kancah nasional. Menurutnya, pengembangan Desa Wisata Manistutu harus tetap sejalan dengan warisan tradisi, keyakinan dan adat budaya yang diturunkan oleh leluhur.

Penjurian yang saat ini dilakukan meliputi penilaian Daya Tarik Pengunjung Alam, Daya Tarik Pengunjung Buatan, Homestay, Kelembagaan dan penerapan CHSE.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *