
Balidalamberita.com, BULELENG – Desa Sembiran adalah salah satu desa kuno yang terletak di Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, Bali.
Desa yang satu ini menjadi daya tarik utama bagi banyak wisatawan saat menyempatkan diri ke tanah dewata.
Saat ini desa kuno yang indah tersebut menjadi tujuan utama mereka untuk mencari tahu keunikan yang ada di tempat tersebut.
Desa ini memiliki banyak bukti sejarah peradaban yang ada di masa lalu, sehingga sangat menarik untuk arkeolog dan wisatawan yang ingin berkunjung ke tempat ini.
Desa tua tersebut telah ada sejak ribuan tahun yang lalu sebelum masehi atau tepatnya sejak zaman batu tua atau megalithicum sehingga banyak bangunan yang terbuat dari batu, seperti keberadaan 17 pura.
Tempat suci atau pura zaman kuno tersebut, memiliki bentuk yang berbeda-beda dengan candi pad umumnya yang tersebar di India atau Jawa.
Pura biasanya dipakai menjadi tempat menyembah arwah bagi leluhur desa karena pura mempunyai pengaruh besar dari kerajaan Majapahit di Jawa.
Selain itu, kedatangan Mpu Kuturan di daerah ini dikenal mempersatukan sekte yang berada di Bali.
Desa Sembiran mempunyai upacara keagamaan dan beranekaragam tarian sakral yang merupakan warisan budaya Bali dari leluhur desa setempat yang masih dilestarikan hingga saat ini.
Di desa ini ada 40 perabotan dari zaman kuno misalnya zaman batu tua dan besi dengan beragam bentuk.
Di desa tersebut juga masih ada bangunan peninggalan kuno meliputi balai desa kerap digunakan dan dijaga ketat oleh masyarakat setempat.
Selain itu, terdapat 20 buah prasasti perunggu yang isinya sejarah desa Sembiran tersebut.
Seluruh peninggalan dari desa ini tersimpan rapi di dalam sebuah bangunan tua yang sudah direnovasi oleh pemerintah kabupaten Buleleng, tetapi tidak menghilangkan bentuk asli dan ciri khas dari rumah tersebut.
