Balidalamberita.com, DENPASAR – Prestasi baru kembali dicatatkan oleh LPD Kesiman, setelah sebelumnya berhasil membukukan rekor pertumbuhan aset hampir 300 Milyar lebih dalam 4 tahun, saat ini LPD Kesiman mencetak rekor pencapaian laba terbesar di Bali.
Prestasi gemilang ini semakin mengukuhkan LPD Kesiman di puncak jajaran Top 10 LPD Terbesar di Bali. Hal ini disampaikan oleh Bandesa Kesiman, I Ketut Wisna atau yang akrab disapa Jero Mangku Wisna (JMW) didampingi oleh Pemucuk LPD Kesiman, I Wayan Artana pada Kamis (8/1) serangkaian rapat tahunan LPD Kesiman sekaligus penyerahan sebagian laba sebagai dana pembangunan kepada Desa Adat Kesiman sebesar Rp. 2,8 Milyar lebih.
Menurut JMW yang juga Bandesa Madya Majelis Desa Adat (MDA) Kota Denpasar, pencapaian prestasi LPD Kesiman ini tidak lepas dari kerja keras dari seluruh jajaran LPD yang didukung penuh oleh Prajuru Desa Adat Kesiman dan Krama Desa Adat Kesiman. “Ini adalah kado indah kita di awal Tahun 2026, tentu kami mengucapkan terima kasih atas kerja cerdas Pengurus LPD Kesiman yang terus berinovasi”ungkapnya.
Jelas JMW, pengelolaan LPD di era saat ini mesti dilakukan dengan lebih dinamis dan menyertakan peran teknologi untuk dapat meraih simpati Krama. Selanjutnya, setelah membangun sinergi dengan Krama, maka LPD harus meraup keuntungan. “Tidak hanya harus unggul dalam kompetisi dan pelayanan, tetapi LPD juga harus bisa menciptakan model bisnis yang menguntungkan dengan memanfaatkan berbagai peluang dan potensi yang ada dan terus berkembang”ungkapnya.
Diakuinya, saat ini dengan pengelolaan LPD yang baik dan menguntungkan, dukungan dana pembangunan LPD dapat digunakan untuk melaksanakan berbagai pembangunan fisik dan non fisik di Desa Adat Kesiman. Termasuk juga upaya menciptakan sumber pendapatan baru dalam pengelolaan potensi di sektor riil.
Disisi lain, Wayan Artana selaku Manggala LPD menyampaikan ucapan syukur atas pencapaian LPD Kesiman. Senada dengan Jero Wisna, pencapaian ini tidak lepas dari dukungan serta kepercayaan Krama dan peran serta dukungan Prajuru Desa Adat secara aktif.
