
Balidalamberita.com, KARANGASEM – Bali memiliki warisan budaya kuno seperti misalnya adalah keberadaan kain tenun Gringsing yang dibuat secara khusus dari tangan warga Desa Tenganan, Kecamatan Manggis, Karangasem, Bali.
Warga Desa Bali Aga tersebut konon katanya merupakan penduduk asli Bali. Kain tersebut merupakan satu-satunya tenun ikat ganda dari Indonesia.
Kain Gringsing merupakan salah satu warisan budaya Bali yang sekarang tetap dilestarikan hingga dikenal oleh wisatawan lokal dan mancanegara. Berikut ini tahapan pembuatan Kain Gringsing.
Langkah-langkah Pembuatan Kain Tenun Gringsing
Cara membuat kain Tenun Gringsing terbilang cukup rumit dan memerlukan waktu yang lama. Tahap-tahap dalam menenun kain Gringsing setidaknya memakan waktu kurang lebih 2 bulan.
Sedangkan motif ikat ganda yang bisa memakan waktu yang lebih lama, adalah 2 – 5 tahun, pembuatan kain ini diselenggarakan tanpa memakai bantuan mesin apapun sehingga 100 persen dibuat dari tangan penduduk desa adat.
Dalam proses pewarnaan kain tersebut tidak dapat menghasilkan warna yang pekat dan tahan lama jika tidak diberikan minyak kemiri.
Untuk mendapatkan warna yang sempurna pada motif tenun ini, maka proses pewarnaan berlangsung selama 3 bulan.
Melalui cara berulang berdasarkan pakem yang dilakukan secara turun temurun memiliki tujuan supaya menjaga dan memberikan perlindungan terhadap keaslian hingga ritual dari kain tenun tersebut.
Diketahui kain ini mempunyai harga jual yang sangat mahal karena proses pembuatannya sulit dan membutuhkan waktu lama.
Selain itu, bahan yang terbatas juga dapat mempengaruhi jumlah pembuatannya sehingga kain tenun Gringsing dijuluki kain tenun yang sangat langka dan terbilang unik.
