Oktober 15, 2026
Trans Metro Dewata

Balidalamberita.com, DENPASAR – Setelah empat bulan berhenti beroperasi, Bus Trans Metro Dewata (TMD) resmi kembali melayani masyarakat Bali. Peresmian layanan ini menjadi bukti nyata komitmen Gubernur Bali Wayan Koster dalam memenuhi hak dasar masyarakat atas transportasi publik yang murah, nyaman, dan layak.

Pemerintah Provinsi Bali bersama Pemerintah Kabupaten Badung, Gianyar, Tabanan, serta Kota Denpasar menandatangani perjanjian kerjasama pembiayaan operasional Bus TMD di Kerta Sabha, Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jumat (18/04/2025).

Transportasi Publik: Hak Masyarakat yang Wajib Dipenuhi

Gubernur Wayan Koster menyampaikan bahwa transportasi publik bukan sekadar fasilitas, melainkan hak dasar masyarakat yang wajib dipenuhi oleh negara. Ia menegaskan kehadiran negara harus nyata dalam penyediaan layanan publik, termasuk angkutan massal yang terjangkau.

“Ini (transportasi publik) adalah layanan dasar, hak masyarakat yang harus dipenuhi. Negara wajib hadir memenuhi hak tersebut,” tegasnya.

Menurut Gubernur Koster, Trans Metro Dewata adalah program transportasi publik yang ia inisiasi sejak lima tahun lalu kepada Kementerian Perhubungan. Selama lima tahun, seluruh biaya operasional TMD ditanggung oleh kementerian dengan anggaran sekitar Rp 80 miliar per tahun.

Namun, pada tahun 2025 terjadi perubahan kebijakan di tingkat pusat yang menyebabkan dihentikannya alokasi dana operasional. Pemerintah Bali baru menerima informasi tersebut pada 17 Desember 2024, setelah APBD 2025 disahkan, sehingga tidak ada anggaran untuk melanjutkan operasional TMD dan layanan pun dihentikan sementara.

Aspirasi Masyarakat dan Solusi Pemerintah Daerah

Penghentian layanan ini menimbulkan protes dari masyarakat, terutama warga yang sangat mengandalkan transportasi umum. Banyak elemen masyarakat menyampaikan aspirasi kepada DPRD dan mendesak agar layanan Trans Metro Dewata diaktifkan kembali.

Menanggapi hal itu, Pemerintah Provinsi Bali berkoordinasi intensif dengan Bupati Badung, Gianyar, Tabanan, serta Wali Kota Denpasar. Melalui diskusi bersama, mereka akhirnya menyepakati untuk kembali mengoperasikan Bus Trans Metro Dewata.

Enam Koridor, 76 Bus Siap Beroperasi

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali, IGW Samsi Gunarta, menjelaskan bahwa sebanyak 76 unit bus telah disiapkan untuk melayani masyarakat, dengan 69 unit beroperasi setiap hari dan sisanya menjadi armada cadangan.

Enam koridor yang akan kembali diaktifkan antara lain:

  1. Terminal Kesiapan – Sentral Parkir Kuta
  2. Ubung – Bandara Ngurah Rai
  3. Ubung – Sanur
  4. Ubung – Monkey Forest
  5. Sentral Parkir Kuta – Politeknik Negeri Bali – Bandara
  6. Sentral Parkir Kuta – Bandara – Nusa Dua

Untuk mendukung operasional ini, telah dialokasikan anggaran sebesar Rp 49 miliar lebih, dengan komposisi pembiayaan: 30 persen dari Pemprov Bali dan 70 persen ditanggung bersama pemerintah kabupaten/kota.

Menuju Transportasi Publik Ramah Lingkungan

Samsi Gunarta berharap pengaktifan kembali TMD dapat mengurangi kemacetan dan mengurangi jumlah kendaraan pribadi di jalan utama Bali. Ia juga menegaskan pentingnya dukungan dari pemerintah daerah dalam hal sosialisasi dan peningkatan keterisian bus.

“Kita berharap angkutan ini menjadi opsi untuk mengatasi kemacetan, sekaligus mendorong masyarakat berpindah ke moda transportasi publik,” ujarnya.

Kembalinya operasional Bus Trans Metro Dewata menjadi momentum penting untuk mewujudkan Bali yang lebih tertib, hijau, dan ramah lingkungan melalui transportasi publik yang terjangkau dan terintegrasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *