Oktober 15, 2026
Bus Listrik

Ilustrasi : Bus Listrik Articulado BYD K11 dari Red Metropolitana de Movilidad (commons.wikimedia.org (Ministerio)).

Balidalamberita.com, DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keberlanjutan alam Bali melalui implementasi transportasi ramah lingkungan. Sebanyak 10 unit bus listrik Tridatu hibah dari Pemerintah Korea Selatan akan segera beroperasi di Bali mulai awal tahun 2026.

Bus listrik senilai Rp 75 miliar ini dirancang dengan spesifikasi khusus sesuai kondisi jalanan Bali. Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Perhubungan akan mengoperasikan bus ini untuk melayani jalur padat di kawasan Trans Sarbagita.

Gubernur Koster telah meminta desain bus menggunakan warna merah, hitam, dan putih, yang mencerminkan filosofi Tridatu Bali. Ia juga memastikan tarif bus ini akan murah dan terjangkau oleh masyarakat.

“Kami akan tetapkan tarif murah. Bus ini bebas polusi dan hemat biaya,” ujar Koster saat meninjau prototipe bus di Denpasar.

Hemat dan Ramah Lingkungan

Gubernur Koster membandingkan efisiensi antara kendaraan berbahan bakar fosil dan listrik. Ia menyebut perjalanan Denpasar–Buleleng pulang-pergi menghabiskan Rp 600 ribu dengan mobil bensin. Namun dengan sedan listrik, biayanya hanya Rp 131 ribu.

“Selisihnya 79 persen lebih hemat dan tidak menimbulkan polusi,” jelasnya.

Korea Selatan Dukung Bali Jadi Provinsi Ramah Lingkungan

Hibah ini merupakan bentuk apresiasi Korea Selatan terhadap kebijakan Bali yang dinilai berhasil mengimplementasikan prinsip keberlanjutan lingkungan. Bali menjadi provinsi pertama di Indonesia yang mengeluarkan peraturan penggunaan energi bersih dan kendaraan listrik.

Wakil Menteri Lingkungan Hidup Republik Korea, Lee Byounghwa, mengungkapkan pujian atas kepemimpinan Gubernur Koster.

“Bali telah menjadi contoh utama kepemimpinan lingkungan. Kami siap mendukung masa depan Bali yang berkelanjutan,” ujarnya.

Proses Pengadaan dan Operasi Bus Tridatu

Kepala Dinas Perhubungan Bali, IGW Samsi Gunarta, menyampaikan bahwa bus yang akan digunakan berukuran delapan meter agar cocok dengan kondisi jalan Bali. Proses produksi dan pengiriman akan berlangsung selama tujuh hingga delapan bulan.

“Rutenya sedang dikaji agar operasional bus ini efektif dan efisien,” terang Samsi.

Bus-bus listrik ini akan dilengkapi stasiun pengisian daya dan digunakan sebagai bagian dari proyek Bali Electric Mobility hasil kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Korea Selatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *