Oktober 16, 2026
Ilustrasi buah kelapa muda berwarna kuning oranye pada Bungkak Nyuh Gading (Sumber Foto: Tangkap Layar Channel YouTube Ewako List/edited by Adi Nata)

Balidalamberita.com, DENPASAR – Bungkak Nyuh Gading merupakan istilah yang dipakai dalam menamai buah kelapa muda yang memiliki warna kuning atau oranye.

Seperti melansir dari Bahasa Bali, yaitu bungkak yang artinya kelapa muda dan gading yang mempunyai arti berwarna kuning dan oranye.

Keberadaan buah kelapa tersebut sering dijumpai dalam banten atau sarana serta prasarana upacara yang berada di Bali.

Lebih spesifiknya lagi, umat Hindu biasanya melakukan pemanfaatan bungkak nyuh gading ini sebagai daksina, sarana pengelukatan, pemrayascita, serta simbol-simbol (nyasa), dan praline.

Pada umumnya Bungkak Nyuh Gading dipakai dalam praline yang sekaligus sebagai pembersih atau penyucian dalam upacara yadnya. Selain itu, bungkak nyuh gading bisa dimanfaatkan menjadi usadha.

Usadha merupakan ilmu pengetahuan mengenai pengobatan tradisional Bali secara turun temurun sebagai kearifan lokal.

Lantas apa peran bungkak nyuh gading untuk umat Hindu Bali? Simak penjelasan lengkapnya.

Peranan Bungkak Nyuh Gading untuk Umat Hindu Bali

Peran bungkak nyuh dalam upacara yadnya yang pertama yaitu sebagai praline.

Kata praline berasal dari Bahasa Sansekerta yang mempunyai artian gugur atau wafat.

Jadi, praline adalah kepercayaan umat Hindu bagi pemutusan hubungan atman dengan jasmani.

Bungkak nyuh gading juga memiliki peranan sebagai penghubung sumber melalui unsur yang sudah tertanam dalam sumber tersebut.

Bungkak nyuh gading merupakan praline yang mempunyai peran dalam suatu upacara seperti mepandes atau upacara potong gigi.

Perannya dalam upacara tersebut yaitu untuk menempatkan sisa air liur serta serbuk gigi di dalamnya.

Hal tersebut memiliki tujuan supaya umat Hindu yang melakukan upacara potong gigi bisa dengan mudah terhubung dengan kondisi rumah atau tempat ditanamnya bungkak nyuh gading.

Selain itu, bungkak nyuh gading dalam upacara yadnya memiliki peranan sebagai pembersih. Arti dari peran pembersih yaitu pembersihan diri dalam unsurnya.

Contohnya, saat penyelenggaraan upacara mepandes, umat Hindu yang memanfaatkan bungkak nyuh gading menjadi tempat pembuangan sisa air liur serta serbuk gigi kedalam nyuh.

Sehingga unsur – unsur yang berasal dari umat Hindu yang dibuang kedalam bungkak nyuh memperoleh pembersihan oleh air yang berada di dalam nyuh ini.

Hal tersebut yang membuat umat Hindu menyakini jika air pada bungkak nyuh gading atau air langit bisa membersihkan unsur-unsur negatif yang ada di dalam benda atau umat Hindu yang masih terkontaminasi melalui dunia luar.

Selain upacara mepandes, ada juga upacara yang memiliki peran bungkak nyuh gading yang merupakan pembersih, adalah Ngaben atau ritual masyarakat Hindu sebelum menyatu dengan Tuhan (Moksatham Atmanam).

Pemakaian bungkak nyuh gading dalam upacara Ngaben, yakni menjadi sarana pembersih hal – hal negatif dalam manusia menjelang dihanyutkan di laut atau sungai.

Setelah menyelenggarakan pembakaran, tulang yang sudah dibakar akan menghaluskan terlebih dahulu.

Selanjutnya dimasukkan pada bungkak nyuh gading yang masih memiliki air nyuh. Sebagaimana yang telah dijelaskan, tujuan dari memasukkan tulang sisa pembakaran yakni supaya unsur negatif yang ada bisa dibersihkan oleh air nyuh.

Setelah menjalani pembersihan, tulang ini akan dihanyutkan di laut atau sungai. Mekanisme penghanyutan tersebut adalah simbolis pemulihan unsur air dengan bersatunya kembali sang jiwa dengan Tuhan.

Bukan hanya memiliki peranan besar pada upacara yadnya, bungkak nyuh gading memiliki banyak khasiat sehingga mempunyai fungsi dalam usadha.

Bungkak nyuh gading diakui merupakan salah satu pengobatan alternatif, baik secara sekala (nyata) serta niskala (tidak nyata).

Selain itu bungkak nyuh gading pada upacara yadnya dan usadha memiliki kegunaan yang berperan serbaguna untuk umat Hindu di Bali.

Bungkak nyuh gading bisa sebagai suatu simbolis kesucian secara keagamaan. Namun, tidak luput dari peranannya sebagai obat tradisional untuk umat Hindu di Bali.

Secara tidak langsung, peran bungkak nyuh gading dalam upacara yadnya juga mempunyai korelasi di satu sama lainnya.

Pada intinya, peran bungkak nyuh gading yaitu menjadi simbol ataupun sarana pembersihan dan pemulihan.

Sumber artikel: budayabali.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *