Balidalamberita.com, DENPASAR – Pasikian Pacalang Bali MDA Provinsi langsung tancap gas setelah dikukuhkan oleh Bandesa Agung Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali pada Anggara Wage Wuku Ugu, 3 Maret 2026 di Gedung Lila Graha Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali.
Selain agenda koordinasi internal, Manggala Utama Pasikian Pacalang Bali MDA Provinsi, Brigadir Jenderal (Purn) Dewa Bagus Made Suharya juga melaksanakan beberapa agenda penting antara lain mendampingi Kakorlantas Mabes Polri Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, SH., M.Hum., dalam rangkaian kegiatan Kakorlantas Menyapa pada 6 Maret 2026, memimpin Gelar Agung Pacalang Bali pada 7 Maret 2026 dan selanjutnya membakar semangat 570 Pacalang Desa Adat di Kota Denpasar dalam Pasangkepan Agung Pacalang di Desa Adat Kesiman, Denpasar pada Redite Wage Wuku Wayan, 8 Maret 2026.

Seusai Gelar Agung Pacalang Bali, Dewa Suharya menyatakan kebahagiaan atas komitmen kuat Pacalang Desa Adat dari 1.500 Desa Adat Se-Bali yang tetap teguh untuk tedun ngayah menjaga Bali, mewujudkan kasukretan Bali. Menurutnya, salah satu yang cukup mengagetkan adalah kehadiran lebih dari 14.000 Pacalang, padahal sebelumnya ditargetkan hanya dihadiri sekitar 10.000 Pacalang saja. “Ini sungguh membuat titiang pribadi bangga sekaligus terharu dengan semangat Jero Pacalang makesami”ungkapnya.
Kegiatan Pasangkepan Agung Pacalang yang diinisiasi oleh Jero Bandesa Kesiman Ketut Wisna yang juga Bandesa Madya Majelis Desa Adat (MDA) Kota Denpasar tersebut turut dihadiri oleh Walikota Denpasar, Ketua DPRD Kota Denpasar, Polresta dan Dandim.
Dalam Pasangkepan Agung Pacalang di Kota Denpasar, Manggala Utama Pasikian Pacalang Bali MDA Provinsi menekankan pentingnya peran Pacalang Desa Adat dalam memastikan terciptanya kasukertan Desa Adat di Bali.
Ditegaskan Manggala Utama, Pacalang Desa Adat membutuhkan pengayoman sekaligus peningkatan kapasitas yang cukup untuk bisa menjalankan peran dan fungsi dengan baik dalam menjaga Bali. Terlebih Pacalang memiliki peran sakala niskala, tidak hanya memastikan ruh dan taksu Bali tetapi juga hadir dalam setiap isu sentral dan krusial di Bali.
Dalam kesempatan tersebut Manggala Utama juga menegaskan peran dan fungsi Pasikian Pacalang Bali MDA dalam memastikan pengayoman terhadap Pacalang Desa Adat di 1.500 Desa Adat di Bali. “Kedudukan Pacalang Desa Adat tetap berada di bawah kewenangan Bandesa Adat, Kelian Adat atau sebutan lain Desa Adat, peran Pasikian Pacalang Bali adalah memberikan pengayoman, perlindungan dan pelayanan “tandasnya.
Bandesa Adat Kesiman, Ketut Wisna atau yang akrab disapa Jero Mangku Wisna (JMW) memaparkan kegiatan Pasangkepan Agung Pacalang tersebut, sekaligus menjadi media pengayaan materi kepada Pacalang Desa Adat sebagai bekal dalam melaksanakan tugas dan fungsi. Selain itu, momen ini menjadi tonggak penting komitmen Desa Adat dalam memastikan Pacalang Desa Adat, Pasikian Pacalang Bali, Desa Adat, Pemerintah dan seluruh stakeholder tetap dalam satu barisan untuk menjaga Bali dan marwah Pacalang itu sendiri. “Astungkara Pacalang Desa Adat solid, kompak dan komitmen dalam menerima mandat untuk senantiasa menjaga Bali, mewujudkan sukreta tata pawongan, sukreta tata palemahan dan sukreta tata parahayangan sebagai nafas penguatan taksu Bali”tegas JMW.
